4 Hari kena banjir rob, pedagang pelelangan ikan ngeluh omzet turun
Merdeka.com - Sudah empat hari banjir pasang air laut (ROB) menggenang kawasan Pelelangan Ikan di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Hal ini berimbas omzet para pedagang merosot hingga 80 persen.
"Omzet kita menurun drastis, dari 70 persen hingga 80 persen," kata Apang, pedagang pelelangan ikan di Muara Baru, Rabu (8/6).
Apang mengungkapkan, penyebab omzet tersebut menurun karena jumlah pembeli berkurang. Menurutnya, tak ada orang yang rela banjir-banjiran dengan bau menyengat hanya untuk membeli ikan.
"Pembeli juga jadi enggak pada datang. Ini sudah empat hari. Pemerintah cepat ini lah tanganin banjir bagaimana begitu. Jadi kalau ada rob jangan banjir ke mari karena omzet kita turun drastis," paparnya.
Terlebih lagi, lanjut Apang, selama banjir mereka harus menggunakan lilin untuk aktivitas sehari-hari akibat listrik dimatikan.
"Ini sudah hampir 4 hari. Kita pakai lilin doang. Kalau dibilang sih bagaimana ya saya juga namanya kita pedagang tinggal tunggu solusi pemerintah tolong dipercepat lah," tambahnya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Ronald yang juga pedagang ikan. "Dari segi ekonomi omzet menurun, karena kita memang dari awal malam Minggu omzet sangat menurun 80 persen drastis. 4 hari ini setengah dari omzet," paparnya.
Selain omzet, lanjut Ronald, bongkar muat ikan juga mengalami pemangkasan waktu yakni hanya selesai sampai pukul 22.00 WIB - 23.00 WIB dari waktu normal.
"Untuk bongkar muat posisi pukul 11.00 WIB atau pukul 12.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Bahkan pelelangan selesai Maghrib seharusnya sampai pukul 01.00 WIB - 02. 00 WIB, pas banjir hanya sampai pukul 22.00 WIB - 23.00 WIB," ucapnya.
"Ini pemasokan makin dikit, harga jadi makin tinggi. Harga jual mahal bisa 3 kali lipat. Jadi sepi pembeli. Pemerintah segera ditanggulangi lah. Soalnya ini kan usaha kecil. Jangan sampai ini terlihat engga ada apa apanya. Pemerintah bantu lah," tutupnya. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya