Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

4 Aksi anak buah Jokowi ini terkesan 'membangkang'

4 Aksi anak buah Jokowi ini terkesan 'membangkang' Jokowi Ke KPK. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) tak selalu mulus dalam menjalankan tugasnya. Jokowi tak selalu mendapat dukungan dari para pejabat pusat dan lokal untuk menata Ibu Kota menjadi lebih baik.

Mulai dari pejabat tinggi sekelas menteri, anggota DPRD hingga anak buahnya di Pemprov DKI pernah menentangnya. Tak jarang, aksi para anak buahnya sempat membuat Jokowi kesal.

Namun demikian, tak jarang Jokowi menanggapi santai ulah mereka. Jokowi tidak mau ambil pusing terhadap para bawahannya yang bandel dan 'membangkang'.

Berikut empat aksi anak buah Jokowi yang terkesan membangkang.

Tolak lelang jabatan lurah dan camat

jabatan lurah dan camat rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Lurah Warakas, Jakarta Utara, Mulyadi, terang-terangan menentang kebijakan Jokowi soal lelang jabatan. Menurut Mulyadi, proses lelang jabatan melanggar Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri). "Jadi 80 PNS, dari lurah dan camat, sekretaris lurah (Sekel), wakil lurah, sekretaris kota (Sekot) yang tidak ikut kemarin ini, nantinya kita akan berencana tuntut ke MK. Kita sudah telepon 'share' masalah ini ke Pak Yusril (Ihza Mahendra)," ujar Mulyadi Senin (29/4).Namun hal itu ditanggapi santai oleh Jokowi. Dia menilai, Lurah Warakas, Jakarta Utara itu sebagai lurah yang takut berkompetisi."Kalau ada lurah seperti itu pertama dia sudah takut bersaing, tidak siap berkompetisi, artinya lagi dia sudah enggak siap kerja," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Selasa (30/4).Namun belakangan, Mulyadi meralat semua pernyataannya. Dia membantah menentang Jokowi. Dia juga kemudian ikut serta dalam lelang jabatan.

Tidur saat rapat paripurna

rapat paripurna rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kepala Perpustakaan dan Arsip DKI, Anas Effendi tertidur lelap saat Rapat Paripurna, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dengan DPRD DKI Jakarta. Mengetahui hal tersebut Jokowi menyindir Anas. Anas sendiri mengaku pada Jokowi bahwa dia mengantuk setelah begadang nonton bola semalaman. "Habis nonton bola ya berarti ngantuk. Ya lah nggak usah ngomong semua orang juga tahu," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Kamis (14/3).Meski demikian, Jokowi mengaku tidak marah. Bahkan dia pun belum tahu apa akan memecat Kepala Perpustakaan dan Arsip tersebut."Gimana gimana maksudnya? Ya tahu fotonya saya tahu, terus saya ngapain. Sudahlah nanti dilihat," jelasnya.Anas adalah mantan wali kota Jakarta Selatan yang dicopot oleh Jokowi. Anas kemudian dimutasi ke jabatan kepala perpustakaan dan arsip daerah DKI Jakarta.

Tidak datang rapat

rapat rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Anas Effendi rupanya gemar melakukan 'pembangkangan' terhadap Jokowi. Kali ini dia tidak hadir dalam evaluasi penyerapan anggaran APBD-P 2013.Sebab SKPD yang dibawahi mantan wali kota Jakarta Selatan ini termasuk rendah dalam penyerapan anggaran yakni 10,50 persen dari Rp 212.127.096,234. Saat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memanggil Anas, tidak ada sahutan sama sekali."Untuk Arsip dan Perpustakaan silakan," kata Jokowi."Mungkin wakilnya dapat menyampaikan," ucap Jokowi, tetapi tetap tidak ada sahutan.Saat dikonfirmasi, mantan wali kota Solo ini mengaku tidak mengetahui alasan Anas tidak hadir.

PT Jakarta Monorail lelet

monorail lelet rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Selama proses realisasi monorail, sempat beberapa kali Jokowi mengeluh kesal pada PT Jakarta Monorail selaku pembuat proyek monorail. Saat itu Jokowi menilai PT Jakarta Monorail lambat."Dokumen-dokumen yang kita minta. Kita nunggu mana? Jangan ada persepsi saya yang lamban. Enggak mau saya. Saya nunggu tapi belum nongol, gimana. Kejar kesana, apa yang masih dicari kok belum diterima gubernur," keluh Jokowi di Kantor Balai Kota, Jakarta, Rabu (27/2).Nada dan ekspresi Jokowi tampak terlihat tegas ketika menjelaskan yang menjadi sebab lambat dan molornya pengerjaan proyek monorail bukanlah dirinya. Dia meminta PT Jakarta Monorail untuk segera menyetorkan dokumen yang kurang."Dokumennya belum diserahkan ke saya, saya mau ngapain. Jadi ini tanya dan kejar ke Jakarta Monorail kenapa enggak segera kasih dokumen," tegas Jokowi.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP