1.300 PMKS di Jakarta Terjaring Razia Satpol PP
Merdeka.com - Kemunculan Penyandang masalah kesejahteraan Sosial (PMKS) selama bulan Ramadan dan jelang Lebaran menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta. Sampai kemarin, ribuan PMKS sudah ditangkap.
"Beberapa waktu yang lalu sampai dengan kemarin data yang terkumpul mencapai dari 1300 orang yang terdiri dari pengamen jalanan kemudian ada ondel-ondel kemudian ada badut manusia silver," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (26/4).
Dari jumlah tersebut, 278 orang di antaranya yakni pengamen ondel-ondel. Kepada petugas, mereka yang terjaring mengaku tidak memiliki keluarga di sekitar Jakarta sehingga difasilitasi untuk dibina di panti sosial yang ada.
"Lebih dari 1.300 an orang (yang diamankan). Sebagian besar sudah kita kirimkan ke panti-panti sosial yang ada di Dinsos," ucapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang keberadaan pengamen beratribut ondel-ondel. Sebelum aturan pelarangan ditegakkan, pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan lebih dulu melakukan sosialisasi mengenai aturan tersebut.
"Kita pertama menggunakan kesempatan ini untuk mengingatkan agar penggunaan dari pada ikon budaya Betawi itu sesuai dengan fungsinya untuk kita lestarikan dan meninggikan, bukan dengan cara untuk mengamen di jalan-jalan," ucap Arifin, Rabu (24/3/2021).
Selama sosialisasi dilakukan, Arifin mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan untuk mencari solusi bagi para pengamen beratribut ondel-ondel, agar aktivitas mereka tidak lagi mengganggu ketertiban masyarakat.
Sebab, menurut Arifin, banyak laporan ke Satpol PP tentang keluhan terkait pengamen beratribut ondel-ondel. Keluhan itu dimulai dari bisingnya suara, serta sikap beberapa pengamen cenderung memaksa.
Reporter: Ika DefiantiSumber: Liputan6.com
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya