Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Viral Harga Tiket Tak Wajar di Curug Bidadari Bogor, Begini Faktanya

Viral Harga Tiket Tak Wajar di Curug Bidadari Bogor, Begini Faktanya Viral wisatan curhat soal biaya masuk di Curug Bidadari Sentul. ©2021 Tangkapan layar Facebook Tiara Nadhien AtharQueenaAzkayra dan Liputan6 / Merdeka.com

Merdeka.com - Baru-baru ini sebuah unggahan yang berisi keluhan seorang warganet soal mahalnya tiket masuk Curug Bidadari Sentul, Kabupaten Bogor viral di media sosial. Warganet tersebut menyebut tiket masuk Curug Bidadari mencapai Rp45 ribu per orang.

Tak hanya mengeluhkan mahalnya harga tiket masuk, Ia juga menuliskan biaya lainnya yang harus dibayar wisatawan, termasuk biaya untuk sekadar duduk di pinggir curug. Unggahan ini akhirnya direspons oleh beberapa pejabat berwenang yang menyebut adanya pungutan liar di tempat wisata yang tengah naik daun ini.

Berikut selengkapnya.

Dikenakan Biaya Duduk Sebesar Rp30 ribu

viral wisatan curhat soal biaya masuk di curug bidadari sentul

©2021 Tangkapan layar Facebook Tiara Nadhien AtharKenword QueenaAzkayra / Merdeka.com

Curhatan salah seorang warganet ini pun mendapat banyak komentar dari warganet. Tak sedikit yang menyayangkan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan saat berwisata di Curug Bidadari.

"Curug Bidadari HTM Rp 45.000 per orang. Parkir motor Rp10.000. Duduk/naro barang di pinggir curug Rp 30.000. Pop Mie kecil Rp 15.000. Pop Mie besar Rp 25.000. Kopi susu Indocafe Rp 10.000 per gelas," tulis pengguna Facebook bernama Tiara Nadhien Atharkenword QueenaAzkayra itu.

Dibenarkan Camat Setempat

Unggahan ini pun akhirnya direspons oleh Camat Babakan Madang, Cecep Imam. Ia pun mengakui jika apa yang dikeluhkan oleh salah seorang warganet tersebut memang benar.

Namun Ia tak bisa berbuat banyak lantaran objek wisata tersebut bukan dikelola oleh instansi resmi, melainkan dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Menurut Cecep, curug tersebut saat ini berada di lahan sengketa sehingga banyak masyarakat yang saling mengklaim bahkan menentukan tarif masuk semaunya.

Sengketa Lahan

viral wisatan curhat soal biaya masuk di curug bidadari sentul

Curug Bidadari Sentul, Kabupaten Bogor

©2021 Liputan6 / Merdeka.com

Sementara itu Wakil Kepala Administratur Perhutani Bogor, Asep menyampaikan jika mengacu pada Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 643/Menhut/VII/KUH-2012, Curug Bidadari seharusnya masuk ke kawasan Gunung Hambalang seluas 8.000 hektare.

Namun menurut Mantan Komisaris PT ATK, Triyono, dirinyalah yang memiliki hak atas kepemilikan lahan tersebut sejak belasan tahun lalu. Ia juga mengatakan bahwa ia juga yang memegang alas hak atas kawasan wisata itu.

"Kawasan Wisata Curug Bidadari diresmikan oleh Bupati Bogor pada waktu itu," kata Triyono seperti dilansir dari Antara.

Direspons Bupati Ade Yasin

Permasalahan sengketa lahan Curug Bidadari ini pun turut direspons oleh Bupati Bogor Ade Yasin. Ia berjanji akan melakukan pengecekan soal adanya pungli di lokasi wisata ini.

"Ini kan masih dikelola oleh wilayah setempat, oleh para pemuda setempat, nanti kita ke sana cek," kata Ade kepada wartawan.

Pihak Pemkab sebelumnya sempat menutup destinasi air terjun itu pada tahun 2020 lalu, karena dianggap kepemilikan aspeknya masih ilegal.

Secara terpisah, Corporate Communications and Government Relations PT Sentul City Tbk, Alfian Mujani mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Bogor yang menutup sementara kawasan wisata air terjun di Desa Bojong Koneng tersebut.

"Sebagai pemegang izin dan atas hak yang sah atas kawasan Curug Bidadari, tentu kami mendukung langkah pemerintah daerah Kabupaten Bogor menutup kawasan wisata air terjun itu," kata Alfian.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP