Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Varian Baru Covid-19 Terdeteksi di Indonesia, Dinkes Bandung Imbau Ini ke Warga

Varian Baru Covid-19 Terdeteksi di Indonesia, Dinkes Bandung Imbau Ini ke Warga Ilustrasi Covid-19. Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Varian baru virus Covid-19, dikabarkan mulai terdeteksi di negara Indonesia. Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), subvarian baru tersebut termasuk kategori Omicron bernama BA.4 dan BA.5.

Mengutip ANTARA, Selasa (14/6) terdapat 20 kasus subvarian baru BA.4 dan BA.5 yang dilaporkan sejak pertama terjadi pada 6 Juni 2022. Dari 20 kasus itu terdiri dari 2 orang positif BA.4 dan 18 lainnya merupakan kasus positif BA.5.

Berdasarkan kejadian itu, Dinas Kesehatan Kota Bandung, Jawa Barat memberikan imbauan kepada warga demi meminimalisasi penularan dan penyebaran dari virus tersebut. Berikut informasi selengkapnya

Imbau Warga Vaksin Lengkap

Merujuk ANTARA, Kepala Dinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan jika varian baru Covid-19 berpotensi muncul di Kota Bandung. Ia mengimbau kepada warga di wilayahnya agar melakukan vaksinasi lengkap hingga dosis tiga, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

"Jangan lupa lengkapi vaksinasi dan tingkatkan daya tahan tubuh," katanya, dilansir Selasa, (14/6).

Saat ini kasus Covid-19 di kota kembang itu berada di angka 88 kasus aktif. Untuk capaian vaksinasi dosis pertama dan kedua sudah melebihi 100 persen, tetapi dosis ketiga masih 34 persen dari total sasaran.

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

varian baru covid 19

©2022 sehatnegeriku.kemkes.go.id//Merdeka.com

Dia menjelaskan, potensi penularan virus tersebut masih tetap ada selama ada mobilitas masyarakat. Itu sebabnya ia mengingatkan warganya agar tetap menerapkan protokol kesehatan meski saat ini status Kota Bandung masuk PPKM Level 1.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung dr Ira Dewi Jani menjelaskan varian baru tersebut berpotensi menyebar lebih cepat. "Varian Omicron baru ini tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian Omicron lainnya," imbuhnya.

Miliki Tingkat Kesakitan yang Rendah

Berdasarkan uraian dari Kemenkes juga dikatakan jika varian baru Omicron ini memiliki tingkat keparahan yang rendah.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, menambahkan bahwa secara epidemiologi global subvarian BA.4 sudah dilaporkan sebanyak 6.903 sekuens melalui GISAID. Laporan tersebut berasal dari 58 negara dan 5 di antaranya dengan laporan BA.4.

Untuk kasus terbanyak berada di negara Afrika Selatan, Amerika Serikat, Britania Raya, Denmark, dan Israel. Sedangkan BA.5 sudah dilaporkan sebanyak 8.687 sekuens dari 63 negara. Ada 5 negara dengan laporan sekuens terbanyak yaitu Amerika, Portugal, Jerman, Inggris, dan Afrika Selatan.

Sementara di Indonesia, kasus BA.4 dan BA.5 mulai dideteksi awal Juni 2022.

“Dari laporan itu disampaikan bahwa transmisi BA.4 maupun BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan subvarian omicron BA.1 dan BA.2. Kemudian tingkat keparahan dari BA.4 dan BA.5 disampaikan tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian omicron lainnya,” kata dr. Syahril pada konferensi pers secara virtual di gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (10/6).

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP