Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah Corona, Pabrik Parfum Ini Diubah Menjadi Pabrik Hand Sanitizer

Cegah Corona, Pabrik Parfum Ini Diubah Menjadi Pabrik Hand Sanitizer Sumber Foto: Liputan6.com

Merdeka.com - Menggunakan hand sanitizer adalah salah satu bentuk dalam upaya mencegah penyebaran virus corona. Virus corona yang sudah ditetapkan sebagai pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah membuat seluruh dunia khawatir dan melakukan berbagai upaya untuk mencegahnya. Salah satu upaya pencegahan virus corona ini terjadi di Prancis.

Sebuah perusahaan mode mewah kelas dunia Louis Vuitton mengubah pabrik parfumnya menjadi pabrik hand sanitizer, sedangkan untuk produksi parfum dan kosmetiknya akan ditunda dahulu. Hal tersebut dilakukan perusahaan untuk membantu pemerintah Prancis dalam menghadapi ancaman corona.

Seperti informasi yang dilansir dari BBC pada Senin (16/3), pabrik parfum itu akan memberikan suplai disinfektan. Disinfektan tersebut akan diberikan kepada masyarakat Prancis secara gratis dan didistribusikan melalui beberapa jaringan rumah sakit terbesar di Eropa seperti Assistance Publique – Hopitaux de Paris yang mempunyai 39 jaringan rumah sakit di Eropa.

Tindakan Inisiatif Louis Vuitton

Hal ini memang murni tindakan dari perusahaan Louis Vuitton. Pemerintah pun sebelumnya tidak memerintahkan perusahaan pakaian ini untuk mengubah pabrik parfumnya menjadi pabrik hand sanitizer. Bahkan perusahaan ini berusaha untuk membantu Pemerintah Prancis untuk membantu mencegah persebaran Virus Corona.

"Louis Vuitton Moet Hennessy akan menggunakan pabrik parfumnya untuk memproduksi gel hidroalkohol dalam jumlah besar mulai Senin (16/3). Louis Vuitton Moet Hennessy akan terus melakukan hal ini selama diperlukan dengan terus bekerja sama dengan otoritas kesehatan Prancis," tulis LVMH dalam pernyataannya.

Hal tersebut direspon baik oleh Pemerintah Prancis dan akan didistribusikan oleh Assistance Publique Hopitaux de Paris yang mempunyai 39 jaringan rumah sakit di Eropa.

Kondisi Prancis Sekarang

Melalui website Johns Hopkins University & Medic, sampai saat ini sudah ada 127 orang yang meninggal karena virus corona. Pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah Prancis sudah sampai menutup restoran, cafe, dan toko yang tidak menjual barang atau kebutuhan pokok sehari-hari.

Sedangkan untuk toko yang menyediakan barang atau kebutuhan pokok masih diperbolehkan untuk buka. Toko tersebut meliputi toko sembako, toko obat-obatan, dan toko untuk menunjang kebutuhan penting lainnya.

(mdk/dem)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP