Sempat Terinfeksi Dua Kali, Begini Cerita Mantan Pasien Covid-19 yang Kini Sembuh
Merdeka.com - Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk melawan dan mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19. Seperti yang dilakukan oleh Ara Wiraswara, penyintas Covid-19 di Kota Bogor, Jawa Barat.
Dilansir dari Liputan6.com, Ara ketahui ikut berjuang memerangi penyebaran Covid-19 di Kota Bogor, setelah dirinya dinyatakan sembuh. Banyak pengalaman yang diceritakan selama menjalani masa karantina di RSUD Kota Bogor.
Ara dinyatakan positif pasca perjalanan dinas ke luar negeri bersama Wali Kota Bogor, Bima Arya sekitar bulan April 2020 lalu. Awalnya, ia tak merasakan gejala klinis apapun sampai akhirnya melakukan rapid.
Dari hasil tersebut, Ara dinyatakan reaktif dan harus melakukan tes swab. Baru setelah itu, Ara diketahui positif Covid-19.
"Awalnya engga ada gejala klinis, semua biasa saja," ujar Ara, Jumat (31/10/2020) lalu.
Di balik cerita itu, ternyata Ara menyimpan kisah mengejutkan lain. Ia diketahui terinfeksi Covid-19 dua kali. Ia juga telah melakukan 17 kali tes swab. Begini cerita lengkapnya:
Kondisi Fisik Sempat Melemah

Komunitas Temanco Bogor/©2020 Instagram @arawiraswara
Di pekan pertama pasca dinyatakan positif, tubuh pria yang juga sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Kota Bogor ini, perlahan mulai melemah.
Memburuknya kondisi kesehatan Ara, ditandai munculnya rasa linu, serta peningkatan suhu tubuh akibat demam. Selain itu, ia juga merasakan gejala lain seperti munculnya batuk hingga terasa mual di bagian perut.
"Saya mulai memiliki gejala klinis itu di minggu pertama setelah dinyatakan positif," terang pria yang berkantor di lingkungan Pemkot Bogor itu.
Berhenti Membaca Berita Soal Covid-19
Ia menyebutkan, selama menjalani karantina di rumah sakit, dirinya berhenti membaca berita-berita soal Covid-19 di media massa, sebagai upaya penyembuhan. Dirinya juga tidak bertemu dengan siapapun.
Untuk makanannya sehari-hari, petugas sudah mengantarkannya dan diletakkan di depan pintu ruang isolasi. Ia menggunakan alat-alat makan khusus dan mencucinya sendiri.
"Obat-obatan saya minum sesuai resep-resep dari dokter. Minum vitamin C, D, dan E dan tentunya obat Paracetamol karena demam saya terus menerus tidak turun," ungkapnya.
Tidak Bisa Lebaran Bareng
Dua minggu kemudian, dirinya kembali menjalani tes swab yang kedua, dan hasilnya masih positif Covid-19. Hasil positif ini terus ia dapat, bahkan di tes yang ke sepuluh kalinya.
Ara sempat cemas hingga stres karena kondisi kesehatan yang dialaminya. Ditambah, ia harus melewatkan momen kebersamaan dengan keluarga di Hari Raya Idul Fitri lalu. Terutama sang istri, yang saat itu tengah mengandung.
"Bayangkan pada saat hari Lebaran pun saya tidak bisa bersalaman dengan istri anak saya. Itu yang membuat saya stres," ujarnya sedih.
Sempat Dinyatakan Sembuh
Setelah lebaran, sekitar bulan Juni 2020 lalu kabar baik akhirnya datang. Ia dinyatakan negatif Covid-19 setelah hasil uji swab ke-11. Momen tersebut lantas tak disia-siakan. Ara bergegas pulang ke rumah dan menjalani isolasi mandiri.
Namun, kebahagiaan tersebut hanya dirasakan sesaat. Setelah beberapa waktu, Ia kembali menjalani tes usap ke-12 dan hasilnya menunjukkan, ia kembali positif Corona. Hasil itu terus sama, hingga tes ke 15.
Akhirnya, di tes usap yang ke 16 dan 17 dokter yang merawatnya menyatakan kalau ia sudah pulih dengan hasil uji yang negatif.
"Dan hasil tes swab ke-17 juga demikian. Alhamdulillah, akhirnya benar-benar sembuh," katanya.
Berjuang Bersama Temanco

Komunitas Temanco Bogor/©2020 Instagram @arawiraswara
Pasca kesembuhanannya, Ara terus menjaga daya tahan tubuhnya agar tetap sehat. Ara berusaha untuk terus berfikir positif, agar imunitasnya terjaga.
Tidak sendiri, Ara bergabung dengan penyitas lain dengan membuat komunitas Temaco. Menurut Ara, Temaco diharapkan bisa ikut memotivasi pasien yang masih berjuang saat terinfeksi, serta mengedukasi masyarakat di Kota Bogor akan bahayanya virus Covid-19.
"Di sini kami ingin menyampaikan pesan kepada pasien Covid-19 bahwa virus ini bisa sembuh dan dilawan bersama-sama. Para survivor ini adalah buktinya," ujar Ara.
Melakukan Pendampingan pada Pasien
Sementara itu, komunitas yang terbentuk di bulan September 2020 ini telah mendampingi lebih dari 15 pasien. Mereka terus memberikan motivasi. Tidak berhenti sampai di situ, Temanco juga telah melakukan pendampingan kepada 25 keluarga, 68 jiwa tersebar di 15 kelurahan dan 9 kecamatan, termasuk 3 kecamatan di luar Kota Bogor.
Pendampingan itu meliputi psikis, ekonomi hingga menghantarkan para suspek untuk melakukan uji swab melalui fasilitas mobil Temanco.
"Kami berharap aksi kami bisa membantu mengurangi tingkat stres penderita dan mengkampanyekan agar masyarakat lebih aware (sadar) terhadap virus ini," pungkasnya.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya