Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ratusan Hektare Sawah di Indramayu Terancam Puso, Begini Penjelasan KTNA

Ratusan Hektare Sawah di Indramayu Terancam Puso, Begini Penjelasan KTNA Ilustrasi kekeringan. ©2012 Shutterstock/Leigh Prather

Merdeka.com - Ratusan hektare sawah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat terancam puso. Berdasarkan penjelasan dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), hal tersebut disebabkan minimnya pasokan air ke area sawah.

"Ada ratusan hektare tanaman padi yang terancam gagal panen," kata Sutatang, Wakil Ketua KTNA Kabupaten Indramayu di Indramayu dilansir dari Antara.

Kondisi tersebut dilaporkan terjadi di Kecamatan Kandanghaur, Kecamatan Terisi, Kecamatan Gabuswetan, Kecamatan Losarang, dan Kecamatan Cikedung.

Sutatang menyebut jika kejadian tersebut tak sekali dua kali terjadi, namun terus berulang kali. Berikut selengkapnya.

Pasokan Air Tak Cukup Mengaliri Sawah

Saat ini kondisi pengairan di lima kecamatan tersebut sangat mengkhawatirkan karena air yang tersedia sangat sedikit. Jika dibiarkan dikhawatirkan lahan akan kering, dan padi pun terancam gagal panen.

Menurutnya, padi di lima kecamatan itu masih berumur satu sampai dua bulan, dengan kondisi air yang sudah tak mengalir ke area tersebut.

"Sekarang pasokan air di daerah itu sangat sedikit, sehingga petani tidak bisa mengairi tanaman padinya," tuturnya.

Merupakan Daerah Rentan

Sutatang menambahkan, lima wilayah tersebut memang kerap dilanda bencana puso.

Saat kondisi air tinggi di musim hujan, banjir pun akan melanda. Sementara itu di musim kemarau seperti sekarang, kondisi persawahan terpantau kering tanpa adanya pasokan air.

Pihaknya pun meminta solusi kepada pemerintah daerah agar kejadian tersebut tidak terus berulang, dan merugikan para petani.

"Solusi sangat dibutuhkan, karena kejadian ini tidak hanya sekali, tapi sudah berulang kali tanaman padi petani rusak akibat musim," katanya.

Awal Tahun 2021 Banjir Sempat Merendam

001 hery h winarno

Ilustrasi sawah

©2015 Merdeka.com

Sebelumnya pada 16 Februari lalu, sawah seluas 2.000 hektare di Indramayu juga gagal panen lantaran terendam banjir akibat tingginya intensitas hujan.

Banjir di kawasan hilir tersebut juga berlangsung cukup lama, dengan kategori kerusakan sawah ringan, sedang hingga puso.

Sementara berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, terdapat 13.677 areal persawahan terdampak banjir yang melanda 21 kecamatan di awal tahun lalu.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP