Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pilu Nelayan di Lebak saat Cuaca Buruk, Pilih Tak Melaut karena Alasan Ini

Pilu Nelayan di Lebak saat Cuaca Buruk, Pilih Tak Melaut karena Alasan Ini Ilustrasi perahu dihantam gelombang. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com/Muhamad Ridlo

Merdeka.com - Ketua Koperasi Nelayan Bina Muara Sejahtera Binuangeun, Kabupaten Lebak, Wading, Selasa (22/11) menyampaikan bahwa seluruh nelayan di wilayahnya terpaksa tidak melaut dalam sepekan terakhir. Kondisi cuaca buruk yang melanda perairan di wilayah Banten menjadi salah satu alasannya.

Menurut Wading, para nelayan justru akan merugi jika tetap memaksa mencari ikan. Dari hasil pantauan, kondisi gelombang di lokasi pun terpantau tinggi hingga empat meter dan berpotensi menyebabkan kecelakaan laut.

“Seluruh nelayan tradisional di Binuangeun sini tidak bisa melaut,” kata Wading, mengutip ANTARA, Rabu (23/11).

Merugi Jika Memaksa Melaut

ilustrasi gelombang tinggi

Ilustrasi perahu dihantam gelombang ©2020 Merdeka.com/liputan6.com/Muhamad Ridlo

Wading mengungkapkan, para nelayan justru akan merugi jika tetap berangkat mencari ikan. Selain karena rawan laka laut akibat cuaca buruk, hasil tangkapan saat ini terbilang kecil.

Ini akan menyebabkan ketidakseimbangan antara pendapatan dengan biasa operasional pembelian bahan bakar solar.

“Kondisi ini akan menimbulkan kerugian jika para nelayan tetap memaksa melaut, hal ini dikarenakan tidak seimbangnya antara pendapatan dengan biaya operasional pembelian bahan bakar minyak untuk perahu (BBM),” terangnya.

Ratusan Nelayan Menganggur

Disampaikan Wading, kondisi ini menimbulkan keprihatinan lantaran ratusan nelayan di wilayahnya terpaksa menganggur.

"Kami memiliki anggota ratusan nelayan dan kini menganggur," katanya.

Selama tidak mencari nafkah, para nelayan biasanya melakukan perbaikan jaring dan sebagian lain berkumpul di lokasi pelelangan ikan sekitar untuk melihat kondisi cuaca.

Saat cuaca normal, hasil transaksi pelelangan di tempat pelelangan para nelayan itu mencapai Rp4- 5 miliar, dengan jumlah tangkapan mencapai 250 ton dalam satu bulan. Namun sepekan ini, kondisi cuacanya buruk sehingga nelayan tidak bisa berangkat melaut.

Gelombang Tinggi Diprediksi sampai 25 November

Fenomena gelombang tinggi dengan cuaca buruk di perairan Selatan Banten diprediksi akan berlangsung hingga tanggal 25 November 2022 mendatang.

Kabid Peningkatan Kapasitas Nelayan Kecil Dinas Perikanan Lebak, Rizal Ardiansyah meminta para nelayan di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan akan munculnya gelombang setinggi dua hingga empat meter.

Sebelumnya, terjadi kecelakaan laut yang menyebabkan satu nelayan hilang dan belum ditemukan hingga saat ini.

"Belum lama ini ada nelayan Binuangeun diterjang gelombang hingga perahu miliknya rusak dan satu nelayan dilaporkan hilang," kata Rizal.

 

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP