Pemkab Cianjur Tutup Sekolah yang Paksa PTM saat PPKM, Begini Respons Tenaga Pendidik
Merdeka.com - Kabupaten Cianjur kini masuk dalam daerah dengan zona PPKM Level 4. Bupati Cianjur, Herman Suherman mengeluarkan surat edaran terkait proses pembelajaran di sekolah-sekolah di Cianjur. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Rabu (25/08) hingga.
“Kami menginstruksikan seluruh sekolah menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka dan kembali menjalankan sekolah daring, karena pemerintah pusat menetapkan Cianjur menjadi PPKM level 4. Surat edaran langsung disebar hari ini dan berlaku mulai besok, " katanya Selasa (24/8) kemarin dilansir dari Antara.
Pembelajaran Tatap Muka Ditunda Lagi
Sebelumnya, Kabupaten Cianjur sudah melaksanakan sekolah tatap muka di beberapa daerah dengan syarat prokes, jam belajar dibagi, jumlah siswa dibatasi, dan ruangan isolasi sementara harus tersedia.
Atas dasar itu, sejak Senin (23/8) lalu, sudah ada sekolah yang melakukan PTM. Namun dikarenakan ada kesalahan data, pada hari ini sekolah tatap muka kembali ditunda dan menyesuaikan aturan pemerintah.
Status level 4 yang diputuskan pemerintah pusat, akan mengatur dalam petunjuk teknis dan Instruksi sesuai dari Mendagri. Di sana disebutkan jika, yang boleh menggelar pembelajaran tatap muka hanya daerah berstatus PPKM level 2 dan 3.
Pemkab Cianjur langsung merespons peraturan tersebut dengan menyebarkan pemberitahuan ke setiap sekolah agar menunda kegiatan belajar mengajarnya lagi.
Disiapkan Sanksi Tutup Sekolah
Herman menambahkan, terkait penerapan aturan penundaan belajar di sekolah, Pemkab sudah menyiapkan sanksi. Sanksi tersebut berupa teguran, dan yang lebih tegas, penutupan sekolah, apabila pihak sekolah nekat melanggar.
"Kami harap semua sekolah mematuhi edaran tersebut, atau akan mendapat sanksi mulai dari teguran, hingga penutupan sementara. Harapan kami juga sama, setelah kesalahan data diperbaiki, ada keputusan baru terkait level Cianjur, sehingga PTM dapat digelar," kata Herman.
Respona Tenaga Pendidik

Bupati Cianjur Jawa Barat, Herman Suherman/©2021 Merdeka.com
Perubahan pelaksanaan pendidikan dari offline kembali ke online secara mendadak direspons oleh sejumlah tenaga pengajar di Kabupaten Cianjur. Mereka berharap agar adanya perubahan data mendadak tersebut tidak kembali terjadi.
"Kami sudah melakukan PTM satu hari sebelumnya, setelah mendapat izin dan rekomendasi dari Satgas. Tapi hari ini, ada instruksi untuk menghentikan kembali karena status Cianjur masih level 4. Harapan kami, kesalahan data dapat segera diperbaiki karena anak didik dan guru sudah rindu suasana sekolah normal," kata Kepala SDN Sukamanah Dedi Kurtubi.
Sejumlah tenaga pengajar di Cianjur, yang sudah menggelar PTM sejak satu hari sebelumnya, terpaksa kembali ke kegiatan belajar mengajar secara online.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya