Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mudik Lebaran Tahun Ini Diperbolehkan, Ridwan Kamil Beri Pesan Ini

Mudik Lebaran Tahun Ini Diperbolehkan, Ridwan Kamil Beri Pesan Ini Arus Mudik Cikampek. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil baru-baru ini menanggapi arahan Pemerintah Pusat terkait pelaksanaan mudik Lebaran tahun 2021 ini. Ia mengatakan jika pada dasarnya seluruh kegiatan bisa diadakan asal sesuai dengan standar protokol yang dikeluarkan pemerintah.

Protokol kesehatan sendiri amat berperan penting untuk menekan angka sebaran Covid-19, di tengah aktivitas masyarakat di luar rumah termasuk mudik Lebaran untuk bertemu keluarga.

"Pada dasarnya apapun sekarang boleh asal 3M," ucap gubernur yang kerasan dipanggil Emil itu di Gedung Sate, Rabu (17/3/2021), seperti melansir dari jabarprov.go.id.

Dalam kesempatan itu, ia pun turut menyampaikan beberapa pesan lainnya kepada masyarakat yang hendak melaksanakan mudik Lebaran tahun ini. Berikut informasi selengkapnya yang telah dirangkum merdeka.com.

Hindari Potensi Sebaran

gubernur jawa barat ridwan kamil

©2020 Merdeka.com/aksara bebey

Hal terpenting dari silaturahmi adalah tetap memperhatikan 3 M di kampung halaman, seperti menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Hal tersebut bisa memperkecil potensi penyebaran Covid-19 saat mudik Lebaran.

Ia pun kembali menegaskan jika tidak mempermasalahkan kegiatan silaturahmi melalui mudik yang akan dilakukan di Lebaran tahun ini asalkan masyarakat bisa menghindari potensi penularan yang masih mungkin terjadi.

"Jadi saya tidak masalah silaturahim mudik dibolehkan asal saat ketemu di kampung dan diperjalanan hindari potensi penularan dengan disiplin prokes," ujarnya.

2021 Berbeda dari 2020

Emil menambahkan jika di tahun 2021 ini pelaksanaan mudik Lebaran dianggap berbeda seperti tahun 2020 lalu. Di mana saat itu belum ditemukan teknologi pengetesan Covid-19 dengan cepat.

Saat ini pemerintah sudah memiliki teknologi pengetesan antigen yang bisa digunakan secara cepat, baik dalam perjalanan maupun saat sudah di tempat tujuan.

"Kelebihannya di tahun 2021 dibanding dengan tahun 2020 ada dua, yakni di tahun ini kita punya teknologi antigen yang melimpah untuk pengetesan di jalan, dulu kan tidak ada, PCR juga melimpah. Kemudian yang kedua yaitu vaksinasi sudah gencar dilakukan di berbagai daerah, hingga berjuta-juta orang sudah disuntik vaksin. Dua peristiwa tersebut memang tidak terjadi di tahun 2020, kemarin," katanya.

Pemberian Izin oleh Pemerintah

Seperti yang dimuat di merdeka.com sebelumnya, beberapa waktu lalu Kementerian Perhubungan melalui Menteri Budi Karya Sumadi telah memberikan lampu hijau dengan kembali mengizinkan pelaksanaan mudik Lebaran seperti tahun 2019 lalu.

Terkait wacana tersebut, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak satgas Covid-19 terkait penentuan langkah antisipasi di mudik Lebaran tahun 2021 guna memutus mata rantai penyebaran virus yang masih menyerang secara massal di Indonesia.

Selain berkoordinasi, pihaknya juga akan memfokuskan tracing terhadap mereka yang hendak bepergian. Hal ini berguna sebagai upaya pencegahan lewat pengetatan aturan saat pelaksanaan mudik lebaran.

“Oleh karena itu protokol kesehatan harus terus ditegakkan. Kita juga antisipasi terhadap bencana alam dan kondisi cuaca," ujar Menhub Budi.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP