Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KRL Tetap Beroperasi Normal Saat PSBB, Tiga Daerah ini Layangkan Protes

KRL Tetap Beroperasi Normal Saat PSBB, Tiga Daerah ini Layangkan Protes Bupati Bogor Ade yasin. Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Demi terus mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Bogor, Depok dan Bekasi, Ade Yasin selaku Bupati Bogor bersama lima kepala daerah lain berencana mengajukan permohonan penghentian operasional KRL. Pengajuan ini kembali dilakukan terkait penerapan PSBB di wilayah penyanggah ibukota tersebut.

Kelima kepala daerah dari Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) menyayangkan sikap Kementerian Perhubungan. Mengingat tidak diberlakukannya perubahan jam operasional KRL saat pemberlakuan PSBB. Menurutnya upaya perubahan jadwal operasional bisa menekan angka penyebaran Covid-19, mengingat banyak warga di wilayahnya yang tertular di dalam KRL.

Mengusulkan Kembali ke Kemenhub

bupati bogor ade yasin

Ade Yasin Saat Memantau Warga Bogor di Stasiun/Liputan6

Dikutip dari Antara, Ade Yasin Bersama Wakil Wali Kota Bogor Deddie a Rachim, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi serta perwakilan Bupati Bekasi, menggelar rapat terbatas minggu sore kemarin 26/04 terkait rencana pengajuan perubahan jadwal operasional saat PSBB berlangsung.

“Kami lima kepala daerah akan tetap mengusulkan kepada Kemenhub untuk menghentikan sementara operasional KRL selama masa PSBB," papar Bupati yang juga ketua Gugus Tugas Covid-19 kab Bogor.

Meminta Penyaringan Operasional

Dalam rapat tersebut salah satu hasil keputusannya adalah mengusulkann penyaringan penumpang dan membatasi atau menutup stasiun tertentu yang dianggap rawan. Setidaknya akan mengurangi pusat orang berkerumun.

“Paling tidak membatasi, atau menutup stasiun tertentu dan menyeleksi orang-orang yang akan berpergian menggunakan KRL," uUjar Ade Yasin dilansir dari Antaranews.com.

Berkaca dari Kasus Bojonggede

penumpukan penumpang krl saat psbb jakarta

©2020 Merdeka.com

Dalam rapat tersebut hal dikemukakan seputar kasus pertama Covid-19 di Kabupaten Bogor yang berawal dari KRL. Seperti yang pernah dijelaskan Ade beberapa waktu lalu, pasien asal Bojonggede sempat bepergian menggunakan transportasi publik seperi MRT, KRL, TransJakarta, dan ojek online.

“Kami yakin salah satu penyebab maraknya kasus positif Covid 19 itu berasal dari KRL. Dari data yang ada rata rata memang berasal dari penumpang kereta. Seperti kasus positif pertama dari Bojonggede itu,” jelas Ade.

Respon Dari Kemenhub

Sebelumnya Ade bersama empat kepala daerah lain pernah mengirimkan surat kepada Kemenhub untuk mengusulkan penghentian operasional saat masa PSBB. Menurut Kemenhum, penghentian operasional KRL sangat tidak dimungkinkan walaupun saat PSBB.

Jawaban tersebut tertuang dalam surat balasan dari Kemenhub di point 4, surat Nomor: KA.207/1/2. PHB 2020. Tentang pengaturan pembatasan operasional Jabodetabek.

Operasional Seperti Biasa

penumpang krl di stasiun manggarai

©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Sementara itu, pihak PT KCI (Kereta Commuter Indonesia) yang mengelola operasional KRL mengungkapkan akan tetap beroprasin seperti biasa sama seperti saat pemberlakukan PSBB di DKI Jakarta.

Jam operasionalnya sendiri akan dimulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Sedangkan untuk wilayah penyangga ibukota sendiri (Jabodetabek) akan mulai diberangkatkan pukul 05.00 WIB.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP