Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kreatif, Begini Cara Kerja Software Pelaporan Kekerasan Seksual Buatan Mahasiswa IPB

Kreatif, Begini Cara Kerja Software Pelaporan Kekerasan Seksual Buatan Mahasiswa IPB Aplikasi TalkToMe! IPB University. ©2021 Youtube Restek UNY/Editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Sekelompok mahasiswa IPB University Bogor baru-baru ini mengembangkan sebuah aplikasi untuk mewadahi pelaporan tindak kekerasan seksual dari para korban.

Software bernama TalkToMe! atau TTM tersebut belum lama ini juga diikutsertakan di kompetisi UNY IT Competition 2021, dan keluar sebagai juara ketiga. Adapun aplikasi tersebut digagas oleh tiga mahasiswa bernama Cindy Aurellie Hutomo, Ali Naufal Ammarullah dan Muhammad Fauzan Ramadhan.

"Sasaran pengguna aplikasi ini adalah korban kekerasan seksual, terutama perempuan," ungkap Ali, salah satu anggota tim mahasiswa yang mengembangkan TTM, melansir dari ANTARA, Kamis (22/7).

Di kesempatan itu terdapat sejumlah fitur yang tersedia di perangkat guna memudahkan korban melakukan pelaporan atas tindakan kekerasan seksual yang diterima. Berikut informasinya:

Ada Fitur Pelaporan, Konsultasi hingga Panic Button

aplikasi talktome ipb university aplikasi talktome ipb university

©2021 Youtube Restek UNY/Editorial Merdeka.com

Adapun sejumlah fitur turut disediakan untuk membantu para korban seperti pelaporan, konsultasi, hingga panic button.

Ali menjelaskan, di kompetisi yang berfokus pada pengembangan software sebagai alternatif terwujudnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), tim dari IPB University mengembangkan TTM dengan latar belakang kekerasan seksual di kalangan perempuan Indonesia yang tak kunjung usai.

Ia mengatakan, kasus tersebut amat rentan dialami oleh personal maupun komunitas terutama perempuan. Dari situ banyak pula korban yang terkena stereotip hingga menjadikan penanganan kasus menjadi bias, dan akhirnya tidak selesai.

"Fitur pelaporan memudahkan pengguna melaporkan terkait insiden yang dialami, sehingga pengguna tidak perlu repot pergi ke tempat berwajib," jelas Ali, salah satu anggota tim yang mengembangkan TTM.

Alur Penanganan di Software TTM

aplikasi talktome ipb university aplikasi talktome ipb university

©2021 Youtube Restek UNY/Editorial Merdeka.com

Terkait kegunaan, Ali pun menjabarkan cara kerja dari tiga fitur di aplikasi TTM tersebut. Pertama, proses pelaporan yang dilakukan korban akan diteruskan ke pelayanan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Kemudian fitur konseling akan memberi tempat untuk korban melakukan konsultasi dengan dokter dan psikolog, serta menyediakan sarana telepon yang tersambung ke Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA).

Selanjutnya di fitur panic button difungsikan untuk menarik perhatian di lingkungan sekitar apabila pengguna mengalami tindakan kekerasan seksual dan menekan tombol help.

Di situ handphone korban akan mengeluarkan suara berulang, dengan tampilan layar bertuliskan permintaan "Tolong"

"Berdasarkan hasil survei kami kepada 57 responden, 91,2 persen merasa software ini dapat mengimplementasikan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) secara konkrit pada elemen masyarakat," kata Muhammad.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP