Kabar Bahagia, Koleksi Badak Putih di Taman Safari Bogor Bertambah
Merdeka.com - Awal tahun ini Safari Indonesia atau TSI di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat membagikan kabar bahagia. Kabar bahagia tersebut adalah bertambahnya anggota baru yakni bayi Badak Putih atau Ceratotherium simum.
Direktur Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang menyampaikan bahwa penambahan tersebut merupakan kabar bahagia mengingat jumlah keberadaannya yang terancam punah di dunia.
"Kebanggaan ini bukan hanya milik pengasuh (keeper) ataupun tim medis Taman Safari Bogor, tapi juga kebanggaan bagi masyarakat Indonesia dan dunia karena badak putih termasuk satwa yang hampir terancam punah," terang Jansen, di Cisarua, Senin (11/1) kemarin seperti melansir dari ANTARA.
Diberi Nama Azsyifa
Jansen menyebutkan, bayi badak yang lahir pada 26 Oktober 2020 lalu itu memiliki berat 50 kilogram dan tinggi 50 sentimeter. Bayi betina tersebut diberi nama Azsyifa.
“TSI Bogor baru saja memiliki satu bayi badak putih bernama Azsyifa yang merupakan anak dari induk bernama Chuma, dan pejantan bernama Merdeka, ia lahir pada 26 Oktober lalu,” Paparnya dengan sumringah
Saat ini koleksi badak putih di TSI bertambah menjadi lima ekor, terdiri dari tiga betina dan dua jantan.
Masih Dipantau Tim Dokter
Saat ini kondisinya sehat, namun masih terus dilakukan pemantauan oleh tim dokter dari Taman Safari Indonesia guna memastikan kebutuhan nustrisinya terpenuhi di kala menyusui.
Setiap hari pihaknya memberikan pakan tambahan berupa kacang-kacangan, wortel, dedaunan, pisang serta rerumputan sebanyak 100 kg per-harinya. Azsyifa juga masih terus menyusu kepada induknya setiap tiga puluh menit sekali.
"Kelahiran satwa darat terbesar kedua setelah gajah di Lembaga Konservasi Taman Safari ini menjadi kebanggaan tersendiri. Jadi, sudah menjadi tugas kita bersama untuk menjaga dan melestarikan spesies ini agar terhindar dari kepunahan," terang Jansen.
Memastikan Kesehatan Keluarga Badak Putih

Ilustrasi badak
©2020 Merdeka.com/liputan6.com
Ia menambahkan, pihaknya tak pernah absen memberikan perhatian terhadap keluarga badak putih tersebut. Termasuk saat induk dan pejantannya kawin dan masa kehamilan Azsyifa hingga kelahirannya Oktober lalu.
“Mereka mengalami masa perkawinan selama kurang lebih satu pekan. Rata-rata, perkawinan tersebut berlangsung selama 30 menit. Perkawinan berlangsung pada Juni 2019,” tambahnya.
Sementara itu berdasarkan data yang merdeka.com kutip dari dlhk.jogjaprov.go.id, jumlah badak di seluruh dunia kini tersisa kurang lebih 25.604 dengan spesies di antaranya 5.055 ekor badak hitam, 100 ekor badak Sumatera dan 35-44 ekor badak Jawa (diterbitkan 21 September 2020).
Sedangkan untuk badak putih masih memiliki populasi yang cukup besar, berkisar 20.408 ekor (20.405 di selatan dan 3 ekor di utara). Badak Sumatera dan badak Jawa termasuk dalam Appendiks I CITES.
Menurut situs tersebut, jumlah tersebut masuk kategori Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN Red List) karena jumlahnya yang terancam punah.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya