Ikut Desain Masjid Syeikh Ajlin di Palestina, Ridwan Kamil Ungkap Pengalamannya
Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamilmembagikan kisahnya saat mendesain Masjid Syeikh Ajlin di Palestina beberapa waktu lalu. Menurut mantan wali kota Bandung itu, masjid ini memiliki konsep kontemporer dan diterima baik oleh warga setempat.
Pengalaman itu ia ceritakan saat menghadiri webinar bertajuk "Hak Pencipta Buku Ulama Nusantara dan Arsitektur Masjid, Antara Karya Komersial dan Kemanfaatannya Bagi Umat Manusia" yang digelar oleh LPPM Universitas Islam Bandung.
Dalam paparannya, ia menyampaikan proses penting di dunia arsitek yakni kreativitas sama halnya dalam konsep pembangunan Masjid Syekh Ajlin. Berikut cerita Ridwan Kamil yang dilansir Merdeka, Senin (22/4)
Punya Desain yang Modern

©2022 Liputan6/Merdeka.com
Dari banyak rancangan arsitekturnya, masjid tersebut memiliki desain struktur khusus kontemporer. Terpantau tiga unsur mirip kubus dengan sebuah menara yang menjulang tinggi menjadi ciri khas dari rumah ibadah yang terletak di Gaza tersebut.
Kang Emil (sapaannya) mengaku bangga lantaran mampu meyakinkan warga Palestina dengan gaya bangunan yang ia tawarkan
"Begitu bangganya saya karena berhasil meyakinkan rakyat Palestina untuk menerima bentuk masjid yang modern. Jadi saya diminta rakyat Gaza untuk membangun kembali masjid yang hancur akibat perang," ungkapnya, dikutip dari laman Pemprov Jabar.
Ada Proses Kreatif di Baliknya
Dikatakan Emil, kreativitas menjadi hal yang penting di dalam dunia arsitek lantaran tidak bisa diproduksi ulang dan dinamis.
"Arsitektur dari sisi kreativitasnya berbeda dengan kreativitas yang lain. Contohnya, kalau mendesain bangunan masjid, ya sudah selesai. Berbeda dengan ekonomi kreatif, seperti imajinasi dalam jualan baju itu bisa diproduksi ulang," terangnya.
Terkait proses pencarian ide dalam membuat desain bangunan, salah satunya dengan tetap melihat karya orang lain sebagai inspirasi namun tetap mengedepankan orisinalitas.
"Saya sebagai arsitek dalam proses mencari ide tak bisa dihindari dengan melihat karya-karya yang terdahulu, tapi tidak pernah 100 persen terinspirasi membangun hal yang sama bentuknya, ukuran yang sama," ujarnya.
Pembangunan Sudah 80 Persen

©2022 Merdeka.com/humas pemprov jabar
Dalam progresnya, pembangunan Masjid Syaikh Ajlin yang berarsitektur kontemporer sudah mencapai 80 persen.
"Sampai saat ini masih dibutuhkan dana untuk pembangunan yang sudah mencapai 80 persen. Silakan dari keluarga besar Unisba yang mau menyumbang untuk berbagi buat rakyat Palestina dapat menghubungi lewat Instagram," ujarnya.
Masjin tersebut sejauh ini sudah satu tahun dibangun, dengan peletakan batu pertamanya di tanggal 7 April 2021.
Filosofi di Balik Bangunan Masjid
Sebelumnya, dikutip dari Liputan6, bangunan Masjid Syeikh Ajlin memiliki filosofi khusus yakni menggambarkan kemajuan di zaman sekarang, sesuai keinginan masyarakat setempat. Hal itu tampak pada desain geometri yang terdiri dari tiga titik di sana.
Struktur tertinggi di tengah yaitu habluminallah. Sementara di kiri dan kanan ada hablumminannas dan hablumminalalam. Maknanya kehidupan manusia harus seimbang dalam hubungan kepada Allah, manusia dan mencintai alam.
Dalam mendesain, Emil memberikan empat pilihan gambar yang kemudian dipilih masyarakat setempat.
"Masyarakat Indonesia selalu mencintai Palestina. Kita akan selalu berada di belakang mereka. Saya menggunakan imajinasi untuk mendesain masjid ini agar kita bisa mengembalikan kebanggaan Palestina," katanya.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya