Harga Kedelai di Banten Masih Tinggi, Begini Curhat Penjual Tahu dan Tempe
Merdeka.com - Harga kacang kedelai masih terpantau tinggi di wilayah Provinsi Banten. Para pelaku usaha tahu dan tempe di Rangkasbitung dan Cilegon pun mengaku bingung karena harganya dua kali lipat dari sebelumnya.
Sejumlah upaya turut dilakukan para pedagang di tengah kondisi tersebut, seperti mengurangi ukuran dan jumlah hingga melakukan mogok produksi. Kondisi ini diketahui lantaran kedelai yang dijual di Indonesia berasal dari luar negeri.
Sampai berita ini ditulis, Rabu (9/11) harga kedelai masih bertahan di angka Rp14 ribu per kilogramnya. Berikut selengkapnya
Terpaksa Kurangi Jumlah

Penjual tahu dan tempe di Banten keluhkan harga kedelai ©2022 YouTube SCTV Banten/Merdeka.com
Tingginya harga kedelai yang masih bertahan dua kali lipat dari harga normal sebelumnya amat dirasakan oleh penjual tahu dan tempe di Pasar Tradisional Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.
Dul Karim, mengaku tak berani mengubah harga jual sehingga dirinya memilih mengecilkan ukuran tahu dan tempenya demi tidak mengalami rugi.
“Saat ini bingung sih ya, dan serba salah. Ini saya jualnya tetap, namun kita perkecil ukurannya” katanya, mengutip YouTube SCTV Banten.
Penjual Tahu Goreng Kurangi Jumlah
Selain Dul, harga kedelai juga begitu dirasakan oleh salah satu penjual tahu goreng di Pasar Rangkasbitung, Syarif.
Disampaikan kepada wartawan, Syarif mengaku tidak bisa berbuat banyak selain mengurangi jumlah tahunya dengan harga yang tetap. Saat ini tahu gorengnya ia jual 10 tahu per Rp5 ribu, dari sebelumnya 12 tahu per Rp5 ribu.
Menurut dia, cara ini dilakukan agar usahanya tetap berjalan dan tidak merugi.
“Ini paling dikurangi aja sih, harganya tetap. Kalau dulu itu Rp5 ribu dapat dua belas, sekarang saya kurangi jadi 10 atau 11. Kalau nggak gini, bisa rugi” kata dia.
Mogok Produksi
Selain mengubah ukuran dan mengurangi jualan, perajin tahu juga memilih untuk berhenti produksi selama beberapa hari, imbas harga bahan baku kedelai yang masih melonjak.
Salah satu pembuat tahu di Kota Cilegon, Deni mengaku pihaknya tidak akan membuat tahu karena menuntut penurunan harga ke pemerintah.
Namun demikian, dirinya akan kembali berproduksi pada Sabtu mendatang.
“Harganya sudah dua kalilipat, dari yang sebelumnya yang berkisar Rp7 ribu, sekarang sudah Rp14 ribu. Kemungkinan kita akan mogok sampai hari Jumat dan Sabtu rencananya baru mulai produksi kembali” terangnya.
Penyebab Karena Kedelai Masih Impor
Sementara itu, Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Kota Cilegon, Indra mengaku jika pihaknya belum bisa memenuhi tuntutan perajin dan penjual produk tahu tempe lantaran harga dari pusat yang tinggi.
Menurutnya, kedelai yang beredar di pasaran saat ini merupakan kedelai impor yang berasal dari Amerika dan Tiongkok.
“Jadi mereka itu memberitahukan bahwa rencana akan dilakukan mogok produksi karena harga kedelainya tinggi. Ini karena kedelai saat ini masih impor dari Amerika” katanya
Selain mengupayakan penekanan harga kacang kedelai, Desperindag juga akan mengupayakan kenaikan harga di pasaran agar bisa menutupi biaya produksi.
(mdk/nrd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya