Dipromosikan Lewat Kelurahan, Begini Cara Warga Kota Cirebon Bantu UMKM saat PPKM
Merdeka.com - Sektor non esensial menjadi pihak yang amat terdampak di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang.
Untuk membantu geliat ekonomi, warga di Kelurahan Kesenden, Kota Cirebon berinisiatif mengumpulkan pelaku usaha terdampak melalui gerakan 'Dapur Ngebul'. Dari upaya itu, terkumpul sebanyak 208 pelaku usaha.
Disebutkan Lurah Kesenden Ruliyanto, Sabtu (10/7) lalu, kegiatan Dapur Ngebul banyak melibatkan Karang Taruna. Tujuannya, untuk membangkitkan ekonomi daerah yang terpuruk karena pandemi.
"Ini bagian dari inovasi warga saat PPKM Darurat agar dapur tetap ngebul," terang Ruli, melansir dari Liputan6.com, Senin (12/7).
Membantu UMKM yang Terdampak PPKM

©2021 Liputan6/ Merdeka.com
Ruli menjelaskan jika Dapur Ngebul menjadi solusi alternatif bagi para pelaku usaha atau UMKM yang sulit berjualan saat PPKM Darurat. Para pemuda ikut membantu proses penyaluran produk UMKM di Kesenden yang sudah dipesan oleh konsumen secara online.
"Bagian dari upaya membangun rasa gotong royong bagi warga dan pelaku usaha, sehingga mobilitas selama PPKM Darurat di Kota Cirebon efektif serta ekonomi tetap berjalan," kata Ruliyanto.
Bergerak Lewat Promosi Karang Taruna di Kelurahan
Salah satu warga yang menerima manfaat upaya tersebut adalah Fitri Andriani, warga yang biasa berjualan rujak dan karedok sayur. Fitri mengaku, selama adanya kegiatan Dapur Ngebul usahanya terbantu. Saat ini, ia melayani pembeli melalui promosikan yang digencarkan Karang Taruna di kelurahan setempat.
"Pesanan nanti dikirim langsung ke pembeli diantar sama pengurus karang taruna," ujar Fitri.
Kegiatan ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi kelurahan lain di Kota Cirebon, juga menjadi solusi bagi pelaku usaha nonesensial agar kegiatan usahanya terus berjalan.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya