Diperkirakan Terjadi September, Ini Fakta Puncak Musim Kemarau di Bogor Menurut BMKG
Merdeka.com - Baru-baru ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengeluarkan informasi terkait prediksi puncak musim kemarau di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Menurut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bogor, Joko Pitoyo, musim kemarau di Bogor diprediksi akan terjadi hingga bulan September mendatang.
"Mudah-mudahan prediksi BMKG benar bahwa puncak kemarau hanya sampai bulan September," kata Joko di Cibinong, Kamis (20/8), dilansir dari Antara.
Ia menambahkan jika tahun ini musim kemarau tidak separah tahun lalu. Mengingat tahun 2020 ini, musim kemarau masih terjadi intensitas penurunan air hujan atau biasa disebut kemarau basah.
"Kemarau tahun lalu data kami menunjukkan musim kemarau relatif panjang sehingga dari 40 kecamatan, 28 kecamatan dan 200 lebih desa mengalami kekeringan. Alhamdulillah sampai bulan Agustus ini kemarau yang kita prediksi lebih panjang ternyata masuk ke bulan basah," tuturnya.
11 Desa Terdampak

©2018 Merdeka.com
Menurut Joko, terjadinya kemarau basah di Kabupaten Bogor bukan berarti tidak berdampak ke wilayahnya. Ia menyebutkan jika di musim kemarau basah seperti sekarang terhitung sebanyak 11 desa di kabupaten masih kekurangan pasokan air bersih karena mengalami kekeringan.
"Daerah yang paling kering tahun ini adalah Kecamatan Jasinga, ada 11 desa yang mengalami kekeringan dan memohon bantuan air bersih," ungkap Joko.
Mencegah Kekurangan Pasokan Air

Ilustrasi kekurangan air bersih/©2018 Merdeka.com/Arie Basuki
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Yani Hassan menjelaskan, berdasarkan data yang ia peroleh, saat musim kemarau basah seperti sekarang masih terdapat beberapa wilayah yang mengalami kekurangan pasokan air.
Dirinya mencatat hingga per tanggal 12 Agustus 2020, sedikitnya terdapat enam kecamatan yang mengalami kekeringan. Enam desa tersebut telah mengajukan permohonan air bersih, seperti Jasinga, Cariu, Citereup, Ciampea, Tenjo, dan Cigudeg.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyebutkan jika pihaknya melakukan berbagai upaya pencegahan seperti, membuat embung hingga menggali sumber air di wilayah terdampak kemarau.
“Upaya-upaya yang dilakukan tidak melulu hanya merespons ketika ada bencana kita kirim air, kita juga mengupayakan membuat embung atau sumber-sumber air di daerah yang langganan kekeringan," tuturnya.
Bekerja Sama dengan Beberapa Pihak

Perusahaan Daerah Air Minum/©2020 Merdeka.com
Sementara itu, penanggulangan dampak kekeringan di musim kemarau di Bogor masih sama seperti tahun lalu. Salah satu caranya yaitu dengan mengerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk mengirim air bersih ke wilayah-wilayah yang terdampak.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya