Cerita Terbongkarnya Wisata Seks "Halal" di Cianjur, dari Lokal Hingga Pesisir Afrika
Merdeka.com - Terungkapnya kasus prostitusi di kawasan wisata kota bunga Cianjur mengundang pertanyaan, bagaimana bisa kasus ini terus berkembang bahkan setelah terbongkar beberapa kali. Terungkap bahwa terbongkarnya kasus prostitusi ini bukanlah yang pertama kali. Setidaknya sejak tahun 2016, wilayah wisata Puncak selalu terbongkar kasus prostitusi tersebut.
Bukan tanpa alasan mengapa prostitusi marak di kawasan wisata tersebut. Banyaknya wisatawan mancanegara khususnya yang datang dari wilayah Afrika dan Timur Tengah menjadi alasan kuat langgengnya “Wisata Seks Halal” tersebut.
“Para pelanggannya mayoritas merupakan turis asal Timur Tengah yang sedang berlibur di kawasan Puncak dan mayoritas wisatawan asing tersebut kami jadikan saksi,” ujar Wakapolres Cianjur, kompol Jaka Mulyana .
Berawal dari Laporan Warga
Kompol Jaka Mulyana juga menambahkan bahwa awal mula terungkapnya kegiatan Wisata Seks Halal tersebut berdasarkan atas laporan masyarakat di kawasan Vila Kota Bunga yang merasa resah dengan adanya kegiatan tersebut.
Polres Cianjur bersama Polsek Pacet langsung turun menuju lokasi yang dilaporkan warga pada Senin (10/02) dan pada hari Selasa (11/02) unitnya langsung menangkap mucikari yang sedang menjajakan PSK kepada turis Timur Tengah di kawasan tersebut.
Viralnya Video "Promosi Wisata Seks Halal"
Kembali terungkapnya bisnis terselubung tersebut juga berawal dari munculnya video berbahasa Inggris yang menampilkan kegiatan prostitusi yang bertemakan wisata seks halal di kota hujan. Video tersebut akhirnya menyebar secara luas hingga ke mancanegara (Timur Tengah) sehingga menarik minat dari para wisatawan untuk berkunjung ke kawasan tersebut.
Polisi telah menangkap lima orang yang dianggap sebagai mucikari dan terlibat dalam praktik esek-esek tersebut, salah satunya adalah pria berinisial AAA yang berasal dari Arab Saudi.
Melibatkan WNA asal Maroko
Menurut wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Pol Agus Nugroho, dari kasus sebelumnya terungkap juga bahwa salah satu korban dari Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terjadi di kawasan wisata Kota Bunga Puncak, Cianjur tersebut juga melibatkan 1 WNA asal Maroko. Dari kasus tersebut polisi mendapati adanya tujuh orang korban. Enam korban merupakan WNI dan satu lagi WNA asal Maroko.
Tindakan Pemprov Jabar dan Ulama Setempat
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, akan mulai menindak praktik prostitusi yang sudah santer terdengar sejak lama itu.Dilansir dari website ayobandung.com, gubernur yang akrab dipanggil Kang Emil ini menjelaskan bahwa pihaknya akan memasang baliho-baliho terkait kampanye anti prostitusi. Selain itu pihaknya juga akan melakukan perhitungan ekonomi kepada masyarakat setempat agar bisa diarahkan menuju kontribusi kerakyatan yang lebih positif terkait pembangunan di Jawa Barat.
Selain pemprov, ulama setempat pun juga akan turun tangan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur melalui KH Abdul Rauf menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan strategi guna meminimalisir kegiatan yang menjurus ke arah negatif seperti kasus prostitusi halal di wilayah Cianjur itu. Dalam informasi yang dimuat di cianjurtoday.com, Abdul Rauf menjelaskan bahwa MUI akan menyiapkan pembinaan agama terkait kasus prostitusi tersebut
"Kami kan ada komisi dakwah yang lainnya, untuk melakukan pencegahan dalam prostitusi tersebut. Setalah itu kami akan raker bersama semua komisi yang ada di MUI untuk menentukan skala prioritas dalam hal ini prostitusi dan tentunya juga kami akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat jika ditemukan korban prostitusi dengan keadaan ekonomi lemah, pihak kami siap membantu," ujarnya.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya