Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cegah Post Covid-19 Syndrom, Perhatikan Aturan Ini

Cegah Post Covid-19 Syndrom, Perhatikan Aturan Ini 14 hari masa karantina corona. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Bukan hanya obat, cara penularan, dan cara pencegahan, ilmuwan juga kini mulai meneliti dampak setelah sembuh dari Covid-19, yang disebut post Covid-19 syndrome. Apa itu?

Post Covid-19 syndrome adalah keadaan di mana pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 mengalami gejala lain, baik gejala ringan, sedang hingga berat.

“Memang sekarang kita jadi sering mendengar ya istilahnya Long Covid-19, sebenarnya istilah dari WHO yang sudah telah ditetapkan adalah post-covid syndrom. Syndrom post covid-19 ini sebenarnya merupakan gejala atau kumpulan gejala yang dialami oleh seseorang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Jadi seseorang itu, akan dianggap menderita post covid-19 apabila gejala tersebut timbul lebih dari 4 minggu pasca dia dinyatakan sembuh dari covid-19 atau bisa sampai 3 bulan pasca berkelanjutan dari covid-19 nya," ungkap Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dalam acara yang tayang di Instagram kemenkes_ri.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melaporkan, seperempat penyintas Covid-19 di seluruh dunia yang mengalami gejala berlanjut selama sebulan. Bahkan terdapat laporan satu dari 10 penyintas masih belum sehat penuh setelah 12 pekan.

Menurut dr. Kevin dalam kanal Youtube Caredokter, Mandaya Hospital Group, Rabu (21/10/2020) menjelaskan bahwa tidak hanya satu penelitian yang mengatakan pasien yang sembuh dari Covid-19 mengalami kelelahan, beberapa penelitian juga mengatakan hal serupa, ditambah mereka kerap merasakan sulit fokus, hingga telat berpikir dan pastinya ini mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Dari penelitian mengatakan setelah dinyatakan negatif tesnya, malah mereka baru merasakan keletihan kelelahan, mungkin telat mikir, itu sudah dilaporkan di banyak penelitian, seperti yang sudah saya katakan hampir semua penelitian sudah mengarah ke arah sana," tuturnya.

Penting diketahui bahwa gejala yang bertahan lama pasca Covid-19 dapat berdampak serius pada kemampuan seseorang untuk kembali produktif. Hal demikian dapat mempengaruhi kesehatan mental dan dapat mengakibatkan konsekuensi ekonomi yang cukup signifikan.

Akan tetapi Reisa kembali menjelaskan bahwa tidak semua penyintas akan terkena Post Covid Syndrom. Gejala Post Covid-19 sendiri dapat diatasi dengan menerapkan pola hidup sehat.

"Ada berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala Post Covid-19 dan yang paling disarankan adalah harus tetap mempertahankan kondisi badannya seperti saat berjuang sembuh. Lalu tetap memakan makanan bergizi dan seimbang serta olahraga rutin dengan kemampuan tubuh, termasuk menjaga kebersihan lingkungan," jelasnya.

Tak hanya pola hidup sehat, meski sudah dinyatakan negatif Covid-19, penyintas juga tetap harus mematuhi prokes yang berlaku seperti gerakan 5 M yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. (mdk/anf)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP