Cegah Covid-19, Ini Cara Menggunakan Masker Dobel yang Benar
Merdeka.com - Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami lonjakan. Berdasarkan data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, ada sebanyak 20.694 penambahan kasus per Senin (28/06). Sehingga total akumulatif, jumlah pasien yang terpapar Covid-19 di Indonesia kini mencapai 2.135.998 kasus.
Di tengah lonjakan kasus tersebut, sejumlah pihak menyarankan penggunaan masker ganda sebagai bentuk perlindungan yang lebih optimal. Hasil studi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan bahwa penggunaan dua lapis masker dapat menyaring virus Covid-19 sampai dengan 90%.
Selain itu, juga efektif dalam mengantisipasi varian baru virus Covid-19 yang lebih mudah menular. CDC juga menjelaskan terkait cara menggunakan masker ganda yang benar. Adapun caranya, sebagai berikut:
1. Mengombinasikan masker bedah dan masker kain2. Tidak mengombinasikan dua masker bedah atau dua masker kain3. Tidak mengombinasikan respirator N95 dengan masker apapun
"Masker N95 adalah standar emas dan itu bisa menyegel wajah dan menyaring 95 persen partikel. Jadi, tidak perlu lagi masker dobel," tulis CDC.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito juga mengingatkan masyarakat hal yang sama. Ia menyarankan untuk tidak menggabungkan 2 masker medis secara bersamaan. Sebab, masker medis tidak dirancang untuk digunakan 2 lapis secara bersamaan.
Selain jenis masker, metode menyimpulkan tali masker juga penting untuk diperhatikan. Metode tersebut dapat digunakan untuk membuat masker menjadi lebih sesuai rekat di wajah sehingga meminimalisir rongga pada masker. Caranya:
1. Siapkan masker yang akan digunakan2. Ikat bagian ujung tali masker untuk membentuk simpul3. Selipkan kedua ujung masker ke arah dalam untuk meminimalisir rongga masker4. Pastikan tidak ada rongga masker ketika pemakaian
Hal yang harus dihindari saat memakai masker
Sementara, melansir dari Healthline beberapa hal ini perlu dihindari saat memakai masker.
1. Masker yang tidak sepenuhnya menutupi hidung dan mulut.2. Masker tidak pas, terlalu ketat atau terlalu longgar Masker yang hanya memiliki satu lapisan kain.3. Masker yang terbuat dari kain tenun yang longgar, seperti masker rajut.4. Masker yang terbuat dari bahan kedap udara sehingga 5. membuat kesulitan bernapas. Misalnya, bahan seperti kulit, plastik, atau vinil.5. Masker memiliki ventilasi pernapasan yang melekat padanya, misalnya balaclava, syal, atau topeng ski.
(mdk/anf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya