Cara Efektif Cegah Keinginan Bunuh Diri, Kenali Penyebabnya Lebih Awal
Merdeka.com - Satu fase yang pasti akan dilalui oleh seluruh makhluk di muka bumi adalah kematian. Bicara mengenai kematian, secara wajar tidak lagi menjadi sebuah soal. Karena masing-masing individu telah memiliki tatanan hidup yang telah digariskan oleh Yang Maha Kuasa. Namun, hal itu berbeda jika berbicara mengenai bunuh diri yang dianggap sebagai kematian yang mendahului garis yang telah ditetapkan Yang Maha Kuasa.
Bunuh diri menjadi salah satu fenomena yang belakangan semakin banyak terjadi di masyarakat. Bukan hanya di negara maju, tetapi juga negara berkembang. Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan seseorang memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Salah satu yang cukup vokal menjadi penyebab timbulnya keinginan bunuh diri adalah masalah depresi yang dialami seseorang.
Setiap orang tentu tidak memiliki persoalan hidupnya masing-masing di mana persoalan tersebut sangat mungkin memicu depresi. Untuk mencegah kemungkinan yang membahayakan nyawa sendiri, penting untuk mengetahui cara efektif mencegah keinginan bunuh diri hingga penyebabnya lebih awal.
Berikut informasinya telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com pada Rabu, (17/11/2021).
Penyebab Munculnya Keinginan Bunuh Diri
Bunuh diri diartikan sebagai tindakan dengan mengambil atau mengakhiri hidup sendiri. Gangguan dan kondisi psikologis tertentu sangat mungkin melatari keinginan ini. Kondisi-kondisi psikologis tersebut antara lain:
1. DepresiBerbagai penelitian secara konsisten menunjukkan hubungan yang kuat antara Depresi dengan bunuh diri. Diagnosis depresi meningkatkan risiko seseorang untuk bunuh diri, terutama kondisi depresi berat yang biasanya ditandai oleh adanya keinginan untuk bunuh diri dan gejala depresi lain. Misalnya, perasaan sedih, malas beraktivitas, sulit tidur, nafsu makan menurun, dan gejala-gejala lainnya.
2. SkizofreniaSkizofrenia merupakan kelainan pada otak yang berlangsung kronis dan berat yang menyebabkan adanya distorsi cara berpikir, perubahan persepsi terhadap realitas, perubahan perilaku, emosi, dan hubungan dengan orang lain. Orang dengan skizofrenia kerap mengalami waham, yaitu gangguan isi pikir dan gangguan persepsi seperti halusinasi dan ilusi.
Seorang penderita skizofrenia sering mengalami ketakutan karena sering melihat hal-hal yang aneh. Seperti melihat hantu atau mendengar bisikan-bisikan aneh termasuk bisikan untuk bunuh diri. Itulah mengapa orang dengan skizofrenia memiliki risiko yang lebih tinggi untuk melakukan bunuh diri.
3. Gangguan mental terkait penyalahgunaan zat aditifNarkoba dan alkohol merupakan dua hal yang dapat menyebabkan gangguan mental terkait penggunaan zat aditif. Minum alkohol secara berlebihan atau menggunakan narkoba dapat memberikan ketenangan sesaat bagi seseorang yang mengalami masalah.
Namun demikian, efek jangka panjang setelahnya malah akan merusak mental dan pola pikir seseorang. Akibatnya, para pengguna narkoba dan pecandu alkohol memiliki risiko untuk melakukan bunuh diri yang lebih tinggi.
4. Gangguan bipolarGangguan bipolar, atau yang juga disebut sebagai gangguan manic-depressive, merupakan gangguan pada otak yang menyebabkan adanya perubahan mood yang sangat cepat, serta perubahan tingkat energi dan tingkat aktivitas yang sangat drastis.
Orang dengan bipolar kadang dapat merasa sangat senang dan seketika dapat berubah menjadi sangat sedih. Gangguan bipolar juga dapat meningkatkan risiko seseorang melakukan bunuh diri.
Post-Traumatic Stress Disorder Post-traumatic stress disorder (PTSD) terjadi ketika seseorang mengalami kejadian yang mengerikan atau mengenaskan dalam hidupnya.
Misalnya, menghadapi suatu musibah besar, menghadapi masalah besar, atau ada anggota keluarga dekat yang mengalami kematian mengenaskan. Hal-hal tersebut akan mendistorsi mental seseorang. Akibatnya, dia sering mengingat-ingat kejadian tersebut dan akhirnya memengaruhi perubahan kondisi psikologisnya.
Cara Efektif Cegah Keinginan Bunuh Diri
Beragam kondisi psikologis seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bisa memicu keinginan bunuh diri. Nah, ketika ada orang terdekat mengalami kondisi-kondisi tersebut, kamu sebaiknya waspada.
Cara efektif untuk cegah keinginan bunuh diri adalah dengan semaksimal mungkin berilah perhatian ekstra kepadanya. Dengarkan segala keluh-kesahnya. Kamu dapat juga membawanya berkonsultasi ke dokter, psikiater, atau psikolog. Selain itu, amati pula gerak-geriknya, jangan sampai dia berbuat hal-hal yang membahayakan nyawanya, terutama ketika sedang sendiri.
Jika dalam hal ini kamu sendiri yang mengalami tanda-tanda depresi seperti mengalami kesedihan, kecemasan, perubahan suasana perasaan, keresahan, kebingungan, cepat marah, penurunan aktivitas sehari-hari, sulit tidur, perilaku menyakiti diri sendiri dan mengisolasi diri hingga timbul keinginan untuk bunuh diri segera cari pertolongan ceritakan pada orang terdekat yang kamu percaya atau konsultasi segera dengan dokter atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
(mdk/nof)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya