Capaian Vaksinasi di Sumedang Diapresiasi Presiden Jokowi, Ternyata Ini Rahasianya
Merdeka.com - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sumedang belum lama ini mendapat apresiasi langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu diungkap Jokowi saat memberikan arahan kepada Gubernur serta Forkopimda Provinsi Jawa Barat, termasuk Bupati dan Walikota se-Jawa Barat di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Selasa (31/8/2021) lalu.
Melansir laman Liputan6 Jumat (03/9), Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir pun turut membeberkan rahasia capaian vaksinasi yang disebut Jokowi sebagai pelaksanaan terbaik di Jawa Barat, dengan sasaran mencapai 26.55% atau sebanyak 245.116 jiwa dari jumlah 923.200 yang terdata. Berikut informasinya.
Mencari Vaksin ke Berbagai Sumber Demi Warga Sumedang
Di kesempatan itu, Dony mengungkapkan jika pihaknya terus berupaya melibatkan seluruh pihak dalam melancarkan kegiatan vaksinasi massal di wilayahnya.
Bahkan bupati kelahiran Sumedang, 5 Desember 1973 itu mengatakan capaian tersebut merupakan hasil inisiasi dan kerja keras dalam mencari vaksin ke berbagai sumber. Hal itu dilakukan agar masyarakat di seluruh wilayah Sumedang bisa mendapatkan vaksin demi percepatan kekebalan kelompok (herd immunity).
"Pemerintah Daerah Sumedang mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada TNI AU, AL, Polda Jabar, anggota DPR RI Tb. Hasanudin, anggota DPR RI Farah Mutia, IKA Unpad, IPDN yang telah berpartisipasi mengalokasikan vaksin untuk warga sumedang," ujarnya di pertemuan virtual tersebut.
Libatkan Semua Pihak untuk Distribusikan Vaksin
Selain itu, Dony juga turut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang juga telah berperan dalam mendistribusikan vaksin agar bisa menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat.
Mewakili Pemkab, ia berterima kasih kepada seluruh 35 Puskesmas, Urkes Polres Sumedang, Kesdim 0610 Sumedang, Urkes Brimob Polda Jabar, Tim Mobile Vaksin Dinkes, Pos Vaksin Dinkes, RSUD dan pihak lainnya yang bahu-membahu mendistribusikan vaksin kepada masyarakat Sumedang.
"Semoga seluruh masyarakat Sumedang bisa mendapatkan vaksin dan pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Tetap jaga protokol kesehatan, salam sehat," ujarnya.
Sudah Lewati Masa Puncak Covid-19
Adapun menurut presiden kelahiran Surakarta 60 tahun silam itu mengungkapkan perkembangan kasus harian Covid-19 di Indonesia mencapai puncaknya pada Februari 2021 sampai di angka 12.800 orang per hari.
Menurutnya, Maret, April hingga Mei kasus sebaran sempat turun secara nasional di angka 2.600 orang per hari. Namun dikarenakan antusiasme mudik dan masuknya varian delta ke Indonesia, maka kasus kembali melompat ke angka 56 ribu di pertengahan Juli 2021 lalu.
Pada saat itu, Epidemiolog sempat memperkirakan bahwa bulan Agustus kasus sebaran bisa mencapai angka 80 ribu dan September bisa di 160 ribu. Bahkan sempat diprediksi juga jika tidak diantisipasi dengan benar angka positif bisa seperti India hingga di atas 400 ribu.
"Alhamdulilah (berkat) kerja keras, pemerintah daerah, provinsi kabupaten/kota dan pusat dan semuanya (tidak terjadi). Saya melihat semua bergerak bersama-sama menyelesaikan ini sehingga pada hari kemarin itu menjadi 5.400 kasus secara nasional," ucapnya.
Pasien Dirawat Tinggal 9 Orang

©2021 Diskominfosanditik Sumedang/Merdeka.com
Sementara itu, melansir laman Diskominfosanditik Sumedang pada Jumat (03/09), kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Sumedang per Kamis 2 September 2021 mencapai 8.793 orang.
Dari angka itu, jumlah pasien yang sembuh mencapai 8.374 orang, pasien meninggal 310 orang, isolasi mandiri 100 orang dan yang tengah dirawat tersisa 9 orang.
Forkopimda Kabupaten Sumedang pun terus meminta seluruh masyarakat di wilayahnya untuk tetap waspada dengan memperketat 5M sebagai benteng pertahanan diri dari sebaran Covid-19.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya