Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berpeluang Jadi Tempat Penyebaran Covid-19, Sunmor UGM Masih Belum Dibuka

Berpeluang Jadi Tempat Penyebaran Covid-19, Sunmor UGM Masih Belum Dibuka Ilustrasi Sunmor. Shutterstock/©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan. Tercatat hingga Minggu (30/5), jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di wilayah itu mencapai 16.170 kasus dengan kasus pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 14.607 kasus.

Klaster baru terus bermunculan di wilayah Sleman, termasuk klaster pasar. Sebagaimana diketahui, pasar menjadi tempat yang cukup berisiko menyebarkan virus Covid-19 Adanya kerumunan karena aktivitas jual beli di dalamnya, menjadi faktor risiko besar dari penularan virus ini.

Melihat kondisi penyebaran Covid-19 yang masih cukup tinggi di wilayah Sleman tersebut, pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) memutuskan untuk belum membuka kembali aktivitas jual beli di Pasar Minggu atau yang dikenal dengan Sunday Morning (Sunmor) yang biasanya digelar di sekitar kawasan kampus.

"Memperhatikan kasus penularan Covid-19 yang masih terus terjadi maka demi keamanan dan keselamatan bersama maka untuk saat ini aktivitas jual beli di Sunday Morning belum diizinkan untuk dibuka kembali," ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Dr. Iva Ariani dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/5).

Menanggapi Permohonan Pedagang

Sekdir Direktorat Aset UGM, Edi Prasetyo, S.T., M.Eng., menambahkan bahwa kebijakan tersebut disampaikan sekaligus menanggapi surat yang dilayangkan oleh Perkumpulan Pedagang Sunday Morning tanggal 20 Mei 2021.

Dalam surat tersebut, pedagang menyampaikan permohonan untuk mengaktifkan kembali Sunmor pada 23 Mei dan atau 30 Mei 2021 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

UGM telah menyampaikan surat balasan tertanggal 25 Mei 2021. Melalui surat balasan tersebut, UGM belum mengizinkan pembukaan kembali Sunmor karena laju penyebaran Covid-19 di Sleman masih tinggi. 

"Harapannya keputusan ini bisa dimaklumi dan diterima oleh para pedagang di Sunmor sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona yang berpeluang terjadi melalui kerumunan saat aktivitas jual beli di Sunmor," jelas Edi.

(mdk/anf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP