Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

6 Cara Mengatasi Keracunan Makanan

6 Cara Mengatasi Keracunan Makanan Keracunan makanan. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Makanan atau minuman yang tidak diolah dan tidak disimpan dengan higienis kemungkinan terkontaminasi oleh bakteri, kuman, atau virus jadi jauh lebih tinggi. Makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri bila dikonsumsi akan membuat seseorang keracunan.

Gejala-gejala yang biasa muncul saat keracunan makanan adalah mual, muntah, diare, lemas, demam dan nyeri atau kram perut. Gejala seperti ini seringnya muncul beberapa jam atau beberapa hari setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri.

Setelah mengetahui kalau kamu atau orang lain di sekitarmu mengalami keracunan makanan, salah satu hal yang cukup vital dilakukan yaitu melakukan penanganan pertama pasca keracunan dengan tepat. Beberapa penanganan tersebut harus kita lakukan di awal. Oleh karena itu kita harus mampu melakukannya secara mandiri.

Apabila dibiarkan keracunan makanan bisa bertambah parah bahkan sampai bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Untuk itu jangan meremehkan jika muncul gejala-gejala yang menandakan keracunan segera lakukan pertolongan pertama. 6 cara mengatasi keracunan makanan di bawah ini telah dirangkum merdeka.com dari berbagai sumber pada Minggu, (23/2).

1. Minum Banyak Air

ilustrasi minum air

Shutterstock/Dragon+Images

Pertolongan pertama yang bisa diberikan pada orang yang mengalami keracunan makanan adalah memberikan cairan yang cukup seperti air putih, oralit atau campuran air putih dengan campuran gula sebanyak dua sendok teh dan garam setengah sendok teh.

Diare yang muncul akibat efek keracunan makanan dapat menyebabkan dehidrasi, minum air putih memang dapat membantu mengembalikan cairan tubuh, namun air putih saja tidak sering kali tidak cukup untuk mengembalikan elektrolit yang hilang pada saat diare. Jadi selain air putih kamu juga bisa minum air kelapa untuk mengatasi keracunan.

Air kelapa mengandung sejumlah elektrolit yang jauh lebih banyak ketimbang air putih karena kandungan zat dalam air kelapa dapat membantu proses detoksifikasi untuk membuang racun dalam saluran pencernaan makan kamu akibat keracunan makanan.Lebih lanjut, rasa manis dari air kelapa juga dapat membantu meningkatkan energi tubuh yang lemas sekaligus dapat mengurangi rasa mual dan muntah akibat diare, dehidrasi dan berbagai macam efek keracunan lainnya.

2. Konsumsi Tablet Karbo Aktif

Untuk mengikat racun dalam saluran pencernaan, kamu perlu mengonsumsi tablet karbon aktif yang diminum dengan air putih. Walaupun jenis obat ini dijual secara bebas tetapi ada baiknya pertolongan pertama tetap berdasarkan anjuran dokter.

3. Minum Susu

ilustrasi susu

2019 Merdeka.com/Pixabay

Pertolongan pertama bila kamu mengalami keracunan makanan adalah dengan mengonsumsi susu karena susu bisa mengikat racun dalam saluran pencernaan dan merangsang penderita untuk muntah sehingga racun dapat keluar dan tidak beredar dalam tubuh. Susu sebaiknya tidak diberikan apabila penderita keracunan sudah mengalami diare.

4. Mengonsumsi Makanan Ringan

Jangan panik dulu ketika kamu mengalami keracunan makanan, sebab hal itu bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan ringan seperti biskuit, roti, maupun pisang. Sebelum mengonsumsi makanan ringan baiknya pastikan lebih teliti apakah makanan tersebut aman dikonsumsi atau tidak. Ini dilakukan untuk mencegah kondisi keracunan jadi jauh lebih parah.

5. Buang Air Kecil

Salah satu bentuk pertolongan pertama saat keracunan adalah buang air kecil yang harus dilakukan secara berkala. Normalnya warna urin biasanya jernih tetapi ketika mengalami dehidrasi warna urin cenderung berwarna gelap. Jika usaha ini tidak berhasil maka jangan ragu untuk segera pergi ke rumah sakit dan memeriksakan kondisi kesehatan tubuh supaya lebih jelas.

6. Bawa Ke Rumah Sakit

ilustrasi rumah sakit

Shutterstock/sfam_photo

Jika pertolongan pertama yang sudah dilakukan tidak membawa perubahan ke arah yang lebih baik maka sebaiknya segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan dari tim medis. Karena bagaimana pun kita tidak bisa meremehkan soal keracunan makanan karena dampaknya bisa lebih serius bahkan bisa sampai kematian.

Selain mengatasi keracunan makanan dengan cara-cara di atas, sebenarnya keracunan makanan juga bisa dicegah dengan pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat. Selalu memperhatikan kebersihan makanan yang hendak dikonsumsi merupakan bentuk pencegahan yang paling efektif. Jenis makanan tertentu yang belum dipastikan keamanannya sebaiknya dihindari.

(mdk/nof)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP