4 Strategi Warga Badui Hadapi Pandemi Covid-19, Belum Ditemukan Kasus Corona
Merdeka.com - Masyarakat Suku Badui yang menetap di pedalaman Kawasan Lebak, Banten hingga saat ini masih terbebas dari Covid-19 yang melanda dunia. Mereka terbebas lantaran menerapkan banyak tradisi leluhur yang dipercaya mampu melindungi warga Badui dari bala bencana.
Dilansir dari Antara, Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullahami mengungkapkan bahwa selama ini warga Lebak belum ditemukan positif COVID-19, termasuk masyarakat Suku Badui sendiri.
Ketua Adat di Suku Badui yang juga merupakan seorang Kepala Desa di pedalaman Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Jaro Saija di Lebak, Ahad membagikan strategi mereka agar bisa terbebas dari virus mematikan tersebut.
Menerapkan Tradisi Kawalu

©REUTERS/Willy Kurniawan
Dalam Bahasa Adat Kanekes, Kawalu artinya berpuasa selama 3 bulan. Dalam prosesinya Kawalu mewajibkan seluruh anggota keluarga di Suku Badui untuk berdiam diri di rumah masing-masing.
Pada pelaksanaanya, Kawalu mewajibkan warga adat Badui menutup akses masuk dari luar kampung untuk tujuan apapun.
"Di mana ritual Kawalu itu warga Badui Dalam yang tersebar di Kampung Cikeusik, Cibeo dan Cikawartana tertutup bagi pengunjung maupun wisatawan," ujar Jaro Saija.
Membatasi Akses Masuk Menuju Kampung Adat Badui

©2014 Merdeka.com/Arie Basuki
Jaro juga menjelaskan selama melaksanakan tradisi Kawalu, warganya tidak diperbolehkan untuk keluar dari kampung. Selain itu, melarang masyarakat luar untuk masuk apalagi berwisata di Kampung Adat yang biasa disebut Kanekes itu.
Tujuan utama Kawalu adalah upaya membatasi interaksi dengan orang luar sesuai tuntunan adat. Namun mengingat keadaan sekarang yang sedang terjadi wabah maka seluruh warga yang berlindung di rumah secara masif bisa terhindar dari mara bahaya yang mengancam, salah satunya virus corona atau Covid-19.
"Kami menjamin pemukiman Badui terbebas dari penyakit yang mematikan itu juga melakukan penjagaan agar pengunjung yang hendak masuk ke tanah hak ulayat Badui dilakukan pemeriksaan kesehatan," ujarnya seperti yang dikutip dari Antara.
Menyuruh Pulang Warga Badui yang Merantau

©REUTERS/Beawiharta
Jaro juga menambahkan salah satu pencegahan Covid ala Badui berikutnya adalah dengan segera mungkin menyuruh para warga Badui yang merantau terutama di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok dan Bogor sebagai daerah zona merah untuk segera pulang ke kampung halaman. Meminta mereka menjalankan test kesehatan sehingga warga tidak ada yang tertular virus asal China tersebut.
Beraktivitas di Ladang

©REUTERS/Willy Kurniawan
Masyarakat Badui yang berpenduduk kurang lebih 11.600 jiwa tetap menjalani kehidupan seperti biasa. Mereka pergi ke ladang untuk mengembangkan budi daya pertanian pangan, hortikultura dan palawija.
Selain itu juga mereka membudidayakan madu lebah, gula aren dan memproduksi kerajinan kain tenun agar bisa tetap melatih fisik sehingga selalu sehat dan terhindar dari penyakit.
"Kami minta warga Badui agar tetap berada di ladang maupun rumah guna mencegah pandemi COVID-19 itu," pungkasnya.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya