3 Alasan Mengapa Virus Corona Sulit Menyebar di Indonesia
Merdeka.com - Berawal di salah satu kota di China yaitu Wuhan, Virus Corona atau novel coronavirus (2019-nCoV) adalah pertama kalinya virus ini menyebar dan ditakuti oleh semua kalangan masyarakat. Selain penyebarannya yang sangat mudah, virus ini juga telah menyebar di berbagi negara di dunia seperti yakni Australia, Kanada, Kamboja, Prancis, Jerman, Jepang, Malaysia, Nepal, Singapura, Korea Selatan, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan Amerika Serikat.
Dengan makin meluasnya penyebaran virus ini, Indonesia sebagai negara yang berada dekat dengan wilayah penyebaran virus tersebut tentunya akan waspada bila sewaktu-waktu ada orang yang terkena/membawa virus ini ke negaranya. Namun hingga saat ini belum ditemukan fakta terkait individu yang positif terkena Virus Corona di Indonesia. Berikut 5 potret mengapa Virus Corona sulit menyebar di Indonesia, seperti dilansir liputan6:
Iklim Tropis Indonesia
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPada dasarnya, Indonesia memiliki iklim tropis yang secara otomatis mempunyai suhu rata-ratayang cukup tinggi, sekitar 35-37 derajat celcius. Ahli mikrobiologi, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr R Fera Ibrahim MSc SpMK(K) PhD, menyetujui dengan pernyataan tersebut bahwa sinar matahari bisa membantu untuk menonaktifkan virus tersebut.
"Pengaruh iklim tropis, karena sinar matahari itu membantu juga kita untuk inaktifkan virus," kata dr Fera.
Menurut pendapat ahli dari Sekolah Kedokteran Yong Loo Lin NationalUniversity of Singapore, Jyoti Somani dan Paul Tambyah mengatakan bahwa sinarmatahari juga akan membantu proses untuk menghilangkan virus corona. Haltersebut didasari oleh peristiwa penyebaran SARS yang menyebar di wilayah Chinadan menghilang saat musim panas di China terjadi sekitar bulai Mei.
Namun, terkait dengan iklim tropis tersebut para ahli masih merumuskan apakah suhu panas akan mempengaruhi tingkat penyebaran virus corona.
Dapat Dipengaruhi Daya Tahan Tubuh
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSeperti yang diketahui bahwa virus corona dengan mudah menyerang kemanusia yang sedang memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Untuk saat ini belumterdeteksi adanya penyebaran virus corona di Indonesia. Namun, daya tubuhmasing-masing individu juga mempengaruhi tingkat penyebaran virus ini.
Melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan Dokter Achmad Yuriantomenerangkan bahwa Indonesia saat ini telah memiliki alat yang bisa mendeteksipenyakit baru yang muncul dan menginfeksi manusia contohnya adalah viruscorona.
Polymerase Chain Reaction atau (PCR) merupakan alat yang diklaim mampu membantu Litbangkes dalam mendeteksi penyebaran virus corona di Indonesia. Kita pakai PCR yang biasa digunakan di Australia dan Singapura, dan sudah sesuai standar WHO, semua penanganan kita sesuai standar WHO," dilansir dari Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Achmad Yurianto.
Diharapkan dengan adanya fasilitas tersebut memang dapat dibuktikanbahwa penyebaran virus corona di Indonesia dapat dicegah penyebarannya.
Menjadi Kekhawatiran Dunia
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMeskipun saat ini Indonesia diklaim masih aman dari ancaman virus corona,melalui World Health Organization (WHO), dunia mengkhawatirkan Indonesia yanghingga saat ini belum memberikan data terkait apakah ada penyebaran virusmematikan ini di Indonesia. Meskipun Pemerintah Indonesia sendiri menyatakanbahwa hingga saat ini masih belum ada laporan terkait penyebaran virusmematikan ini di Indonesia, namun Pemerintah melalui Kementerian Kesehatanselalu melakukan koordinasi terkait penyebaran virus ini. Pemerintah bekerjasamadengan WHO untuk mengawasi penyebaran virus ini.
"Indonesia tengah melakukan persiapan untuk menghadapi kemungkinan penyebaran virus corona. WHO dan Kementerian Kesehatan RI juga terus berkoordinasi. Pemerintah RI juga mulai menyebarkan informasi terkait virus ini kepada publik dalam beberapa hari terakhir," dilansir dari perwakilan WHO untuk Indonesia, Dokter Navaratnasamy Paranietharan di Jakarta.
(mdk/paw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya