Wah, seluruh makanan mewah di resto ini dicetak dengan printer
Merdeka.com - Sebuah restoran dengan konsep 'serba 3D' akan segera dibuka di London pada akhir bulan Juli 2016. Food Ink, nama restoran tersebut mengklaim sebagai restoran tiga dimensi pertama di dunia. Mereka akan menawarkan sembilan jenis makanan yang dibuat dengan cara dicetak, bukan dimasak dengan api dan peralatan dapur.
Melalui situs resminya, Food Ink mengatakan bahwa misi mereka adalah untuk mengeksplorasi teknologi dan kuliner menjadi sebuah pengalaman yang menarik bagi pelanggan. "Kami menggunakan teknologi yang paling inovatif, seperti 3D-printing dan augmented reality untuk memberikan pengalaman makan yang paling interaktif.

Untuk menyiapkan hidangan, Food Ink memanfaatkan printer 3D dari byFlow. Printer ini bisa mencetak berbagai jenis makanan, asalkan bahan utamanya berbentuk pasta.
Sasha Mather, Direktur Komunikasi di Food Ink mengatakan kepada DailyMail (12/7), "Daging cukup sulit dicetak karena kekhawatiran atas masalah sanitasi dan [kesulitan] untuk menghasilkan tekstur asli atau 'sensasi [saat] di mulut'."


Tak hanya makanan, perabotan dan peralatan makan yang digunakan pun dicetak dengan printer 3D. Nantinya, para pelanggan juga dipinjami headset virtual reality untuk melengkapi sensasi kuliner yang ditawarkan Food Ink.


Tetapi harga makanannya memang tidak murah. Setiap pelanggan akan dikenakan biaya GBP 250 atau sekitar Rp 4,3 juta. Sebuah pengalaman makan yang unik, memang. Tetapi apakah kamu bersedia untuk mengeluarkan uang sebanyak itu demi sepiring makanan yang dicetak dengan printer?
(mdk/tsr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya