Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Usaha "kepepet" yang bawa kesuksesan Jony Corpies

Usaha ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - 002 kustin ayuwuragil desmuflihah?20131002114156Bagi Jony Agung Sudarmanto yang baru berusia 22 tahun, memiliki usaha sepatu lukis tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Dulunya, sebagai mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual UM tahun 2009, Jony hanya fokus untuk menimba ilmu sambil menyalurkan hobi melukisnya.

"Saya dulu tidak pernah kepikiran mau membuat usaha apa pun. Namun, karena kepepet masalah keuangan keluarga, mau tidak mau saya harus mencari jalan keluar. Sepatu lukis ini jawabannya", akunya saat ditanyai mengenai awal dibuatnya Corpies Custom Clothing.

Berkat Program PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang diadakan oleh DIKTI (Dirjen Pendidikan Tinggi) Kemendiknas ini, Jony mendapatkan modal untuk membuka usahanya.

"Waktu itu saya terinspirasi dari teman-teman di DKV Universitas Negeri Malang yang membuat sepatu lukis. Tapi mereka membuat sepatu lukis untuk mereka sendiri atau dijual kalau ada yang pesan. Nah, akhirnya saya buat proposalnya. Alhamdulillah, diterima", katanya.

Kini setelah meraih omzet yang besar dalam penjualan sepatunya, Jony mengaku sudah melalui banyak kesulitan. "Dulu waktu awal usaha itu, saya harus jualan di trotoar. Terlebih lagi saya belum terlalu banyak punya karyawan. Jadi saya harus berani maju tanpa malu supaya sukses".

Namun selain kesuksesan, hal yang sangat disyukuri oleh pria kelahiran 16 Juni 1990 ini adalah mengurangi beban keluarga. Meski sementara ini masih menumpang di rumah kakaknya untuk bekerja, Joni berniat untuk segera membeli rumah sendiri khusus untuk melukis sepatu bersama 8 karyawan freelancenya.

"Saya bersyukur bisa meraih semua ini. Saya akan terus berkomitmen untuk memberikan produk yang terbaik serta unik dari setiap karya sepatu lukis saya", kata Joni.

(mdk/kad)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP