Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ternyata konsep keadilan pada balita berbeda dengan usia setelahnya

Ternyata konsep keadilan pada balita berbeda dengan usia setelahnya Ilustrasi balita dimarahi. ©empoweringparents.com

Merdeka.com - Memberi hukuman dan teguran yang adil merupakan hal yang cukup berat untuk dilakukan oleh orang tua dan guru. Sering kali ketika melakukan hal tersebut agar anak insyaf dan tidak mengulangi perbuatannya, sering timbul protes bahwa hal yang dilakukan tersebut tidak adil. Berdasar penelitian ternyata diketahui bahwa penilaian seorang anak terhadap keadilan dipengaruhi oleh usianya.

Dilansir dari Medical Daily, sebuah penelitian yang dilakukan oleh U-M Center for Human Growth and Development mencoba untuk melihat bagaimana pandangan anak-anak terhadap hadiah dan hukuman yang diberikan. Penelitian tersebut dilakukan terhadap anak dengan rentang usia 5 hingga 10 tahun.

Berdasar penelitian tersebut diketahui bahwa pada anak-anak usia empat hingga lima tahun, mereka menganggap sebuah hukuman atau hadiah yang diberikan terhadap seluruh kelas karena perbuatan seorang merupakan hal yang adil. Namun pada usia setelahnya hal tersebut dianggap tidak adil.

Anak-anak pada usia balita cenderung menganggap bahwa hukuman yang diterima oleh seluruh orang karena perbuatan satu orang merupakan hal yang adil. Namun ketika anak mulai tumbuh terutama ketika telah masuk Sekolah Dasar, hal ini berubah dan cara pandang mereka terhadap keadilan mulai dipengaruhi oleh orang dewasa.

(mdk/RWP)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP