Subway Therapy, bentuk keprihatinan warga AS atas terpilihnya Trump
Merdeka.com - Jika melewati salah satu sudut di stasiun Union Square, Manhattan, New York, jangan heran kalau mendapati tembok yang dipenuhi kertas pesan warna-warni. Inilah Subway Therapy, bentuk keprihatinan warga Amerika Serikat atas terpilihnya Donald Trump sebagai presiden.
Lebih dari 6000 pesan telah ditempelkan di tembok stasiun untuk mengungkapkan kecemasan, kekecewaan, sekaligus dukungan bagi sesama warga menjelang kepemimpinan Trump. Lewat pesan-pesan singkat ini, warga saling berbagi inspirasi, ungkapan solidaritas, dan suntikan semangat.

Proyek Subway Therapy digagas oleh Matthew Chavez. Dia ikut merasakan kepanikan warga Amerika setelah Trump dinyatakan mengungguli Hilary Clinton dan akan segera menduduki Gedung Putih. Kemudian, dia membawa kertas pesan atau sticky note dan pena ke stasiun, kemudian mengajak warga New York untuk menuliskan apa yang mereka rasakan dan menempelkannya di dinding ubin.
"Saya ingin memberi orang-orang kesempatan untuk melepas stres atau mengeluarkan beban dari dada mereka," tutur Chavez seperti dilansir NBC News (14/11).
Sekarang setelah ribuan pesan memenuhi dinding, warga khawatir kertas-kertas ini akan dianggap merusak pemandangan dan dibersihkan atas perintah yang berwenang. Namun baru-baru ini, Gubernur New York, Andrew Cuomo berkicau di Twitter kalau dia tidak akan menurunkan pesan-pesan tersebut dalam waktu dekat.

Dilansir Mashable (16/12), Cuomo sendiri tidak asing dengan dinding Subway Therapy. Pada bulan November, ia meninggalkan pesan yang berbunyi, "Negara bagian New York akan mengangkat obor tinggi-tinggi!"
(mdk/tsr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya