Suatu saat, pengunjung bisa mendaki Everest pakai tangga?

    Reporter : Kun Sila Ananda | Kamis, 30 Mei 2013 20:08




    Suatu saat, pengunjung bisa mendaki Everest pakai tangga?
    Pendakian ke Gunung Everest. ©2012 Merdeka.com

    Merdeka.com - Sejak ditaklukkan oleh Sir Edmund Hillary dan Sherpa Tenzing sekitar 60 tahun yang lalu, sudah ribuan orang berusaha untuk mengikuti jejak mereka untuk mencapai puncak Everest. Faktanya, gunung Everest semakin ramai dari hari ke hari hingga pendaki tak jarang harus menghadapi antrean hingga empat jam dalam perjalanan ke puncak atau menuruni Everest.

    Hal ini lah yang kemudian membuat Expedition Operators Association di Nepal berencana untuk membangun tangga di Gunung Everest untuk memudahkan pendaki naik atau turun tanpa harus mengantre. Tangga tersebut akan dipasang pada Hillary Step 12 meter (sekitar 40 kaki) dari puncak.

    "Untuk membuat pendakian semakin mudah, tentunya hal ini tidak bisa diterima oleh semua pendaki. Namun ini dilakukan untuk aspek keselamatan," ungkap juru bicara EOA, seperti dilansir oleh Metro (28/05).

    Rencana ini telah mendapatkan kritikan dan suara tak setuju dari banyak pendaki berpengalaman. Namun rencana ini juga mendapatkan dukungan dari beberapa anggota sherpa yang pernah mengalami kecelakaan di gunung Everest. Bulan lalu terdapat pekelahian yang terjadi pada ketinggian 6,096 meter ketika tiga pendaki berhadapan dengan sekelompok sherpa yang terdiri dari 100 orang.

    Beberapa rencana lain seperti memasang tali tambang tetap dan rencana keselamatan lainnya juga tengah dipertimbangkan oleh pihak berwenang selain memasang tangga. Jika rencana ini benar-benar dilaksanakan, maka bukan tak mungkin jika beberapa tahun lagi pengunjung bisa mendaki Everest tanpa susah payah, hanya dengan mendaki tangga.

    [kun]




    Komentar Anda


    Be Smart, Read More
    Back to the top

    Today #mTAG iREPORTER
    LATEST UPDATE
  • Pastikan birokrasi tak bertele-tele, MenPAN RB sidak ke Sukabumi
  • Ical soal DPR tandingan: Biar rakyat yang beri sanksi
  • Romi sebut Muktamar PPP kubu SDA cuma klaim
  • Putri Indah Kalalo jadi naga kecil yang lucu
  • Soal kisruh DPR tandingan, KIH diminta move on
  • Gertakan 'anak singkong' bikin proyek PLTU Batang berlanjut
  • Mendayung sampan di atas cahaya biru Blue Grotto
  • JK: Indonesia paling aman di antara negara muslim
  • Smartphone tertipis di dunia milik Vivo permalukan iPhone 5s
  • Ini dia bocoran banderol harga New Mazda 2!
  • SHOW MORE