Selain di Spanyol, perang tomat juga ada di Bandung
Merdeka.com - Helaran atau arak-arakan yang mengusung hasil panen mewarnai hajat tahunan perang tomat di Kampung Cikareumbi RT 03/Rw 03 Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (4/11).
Hasil panen berupa sayuran seperti tomat, kol, brokoli, buncis, umbi-umbian, terong, lalapan dan lainnya diwadahi dalam tandu yang dihias. Tandu tersebut dipikul warga baik tua maupun muda.
Anak-anak ikut di tandu dalam sisingaan, ibu-ibu yang berkebaya dan memakai hiasan janur kuning di kepalanya. Banyak perempuan yang memakai topi bambu berhiaskan hasil pertanian hortikultura. Sementara muda-mudi berhias mengenakan pakaian tradisional.
Pawai tersebut dilakukan di sepanjang Jalan Cikareumbi melewati rumah-rumah warga. Hasil panen juga dipajang di beberapa titik jalan. Rombongan diiringi musik tradisional, terompet, gong, kendang dan gitar listrik.
Semua rombongan helaran menari dan bernyanyi sebagai bentuk syukur atas dicapainya hasil bumi. Selesai pawai, mereka siap-siap melakukan perang tomat, puncak sukuran atau kegembiraan warga. Tradisi ini sudah dilakukan bertahun-tahun.
Sesepuh dan juga juru bicara perang tomat, Mas Nanu Muda, mengatakan bagian dari rangkaian ritual acara menyambut bulan Muharam yang terdiri dari ruatan bumi, hajat buruan, dan ditutup perang tomat.
"Ritual ngaruat bumi, hajat bumi dan perang tomat merupakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan dan mengayakan sumber daya alam, manusia, dan seni budaya yang terkait dengan kearifan lokal masyarakat," kata Nanu yang merupakan tokoh Lingkung Seni Mekar Budaya Ki Endun.
Rangkaian helaran dilakukan mulai jam 9 pagi ditutup dengan perang toma yang rencananya akan digelar setelah duhur.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya