Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sahabatku, partner bisnisku

Sahabatku, partner bisnisku Sahabatku, partner bisnisku. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Pernahkah Anda merajut asa bersama dengan teman-teman terdekat? Membayangkan saja sudah terasa menyenangkan bukan, apalagi untuk benar-benar melakukannya.

Namun, berbeda lagi dengan tiga sahabat yang dipertemukan di SMAN 7 Malang ini. Maya, Sasa & Sherlie kini sedang mencoba untuk mewujudkan asa mereka untuk membangun sebuah bisnis bersama. Awalnya bisnis ini dimulai berempat, namun karena salah seorang di antara mereka harus kuliah di Kota Jember, maka jadilah hanya bertiga saja.

bisnisku

"Awalnya dulu kami sahabatan mbak sejak masih di SMAN 7 Malang. Awalnya dulu cuma iseng-iseng aja pengen buka online shop bareng-bareng. Seru gitu kali ya. Jadi kami kumpulin supplier-supplier yang menarik", cerita Maya Indah Sari yang lahir pada 27 Januari 1991 ini.

Setelah berjalan beberapa minggu ketiga gadis ini akhirnya lebih tertarik kepada bisnis sepatu handmade. Bisnis ini awalnya diberi nama Simplicity Shop. Namun pada awal tahun 2013 ini, nama online shopnya berubah menjadi Shoestology dengan menggandeng 2 pengrajin sepatu dan beberapa tukang lainnya.

"Awalnya kami cuma ngambil dari supplier. Tapi karena orderan lancar, kami akhirnya bisa memesan langsung dari pengrajin sepatu. Sekarang ada 2 pengrajin sepatu dan beberapa tukang yang membantu, mbak", Maya.

Meski awalnya dibangun dengan modal tanpa modal, kini ketiga gadis ini bisa meraih omzet sebesar 7 jutaan selama sebulan. Lucunya ini jawaban Maya ketika ditanya mengenai penghasilannya dari Shoestology, "Penghasilan dari Shoestology, 2,5 persen untuk shodaqoh, sisanya dibagi 30 persen untuk kas online shop, sisanya sekitar 23 persen dibagi untuk bertiga".

Meski terlihat menyenangkan, bukan berarti menghandle bisnis bertiga itu mudah. Sherlie mengaku mereka sering mengalami miskomunikasi satu sama lain. "Kalau soal miskom pasti pernah mbak. Kadang kan customer ada yang nggak tahu juga kalau Shoestology dikendalikan 3 orang, tapi biasanya miskom nggak berjalan lama kok mbak, setelah saling menjelaskan satu sama lain semuanya bisa dikendalikan dengan lancar", jelas Sherlie.

Menurut Shoestologists ini, menangani bisnis bersama kerabat haruslah dibekali kepercayaan, saling mengerti keadaan, saling jujur satu sama lain, pantang menyerah, dan jangan takut rugi. Karena pada dasarnya semua usaha pasti mengalami jatuh bangun.

(mdk/kad)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP