Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rangkul anak muda gaul di museum

Rangkul anak muda gaul di museum Museum MTD. ©2012 Merdeka.com/wildamalia

Merdeka.com - Ada yang menarik dari Museum Malang Tempo Doeloe yang dibangun secara independen oleh budayawan Malang, Dwi Cahyono. Sebab di dalamnya bukan hanya ada benda-benda saksi sejarah kota Malang. Tetapi juga para anak muda yang siap menjadi guide dan memberi penjelasan tentang apa yang terjadi di Malang pada masa silam.

Saat ditemui tim Merdeka.com pada Kamis kemarin (08/11), Dwi membenarkan bahwa anak-anak muda yang kebanyakan adalah pelajar SMK memang sengaja direkrut untuk menjadi guide Museum Malang Tempo Doeloe. Tujuannya cukup unik, untuk menarik pengunjung lebih banyak sekaligus menanamkan rasa cinta budaya terhadap anak muda.

"Coba bayangkan kalau Anda berkunjung ke museum, enak mana ngobrol sama anak muda apa orang tua?" tanya Dwi.

Dwi menuturkan bahwa anak muda akan lebih asyik diajak mengobrol dan menjelaskan peristiwa atau benda-benda kuno yang berkaitan dengan sejarah kota Malang. Selain itu, anak muda juga bisa dijadikan aset agar mau mempelajari lebih dalam tentang kota kelahirannya.

"Kita selalu ada diskusi setelah museum tutup. Jadi misalnya hari itu ada pengunjung yang tanya, sementara guide nggak bisa jawab, mereka akhirnya mau belajar lebih," ucap Dwi.

Pernyataan Dwi memang ada benarnya. Dengan 'misi rahasia' mengajak anak muda gaul di museum, Dwi berharap semakin besar keinginan mereka untuk menjaga dan melestarikan sejarah Indonesia, terutama di kota mereka sendiri. (mdk/riz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP