Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pria ini ubah lahan bekas medan tempur PD II jadi museum terbuka

Pria ini ubah lahan bekas medan tempur PD II jadi museum terbuka Peter Joseph World War II Museum. ©2014 Merdeka.com/Daily Mail/AAPIMAGE

Merdeka.com - Pulau Solomon, sebuah pulau eksotis di Samudera Pasifik umumnya lebih dikenal karena eksotisme pantai bernuansa tropis. Tetapi pulau ini juga menjadi lokasi sejumlah pertempuran paling sengit antara tentara sekutu dan Jepang pada Perang Dunia II.

Setidaknya 38.000 prajurit telah gugur di sana. Banyak relik bernilai sejarah yang menjadi bukti peperangan masih tertinggal di seluruh pulau.

Barney Paulsen, seorang penduduk lokal dilaporkan menemukan relik-relik sisa perang itu secara tak sengaja di tengah hutan Munda, Pulau Solomon. Benda-benda yang ia temukan antara lain berbagai jenis senjata dan amunisi, perlengkapan prajurit, serta beberapa barang pribadi milik para mendiang prajurit.

peter joseph world war ii museumpeter joseph world war ii museumpeter joseph world war ii museum

Photo by Daily Mail/ AAPIMAGE

Paulsen pun berinisiatif mengubah lahan bekas medan pertempuran itu menjadi sebuah museum terbuka. Dinamainya museum itu Peter Joseph World War II Museum, sesuai nama yang tertera di kalung tanda pengenal pertama yang ia temukan, yaitu Peter Joseph Palatini.

peter joseph world war ii museumpeter joseph world war ii museum

Photo by Daily Mail/ AAPIMAGE

Museum bikinan Paulsen itu memamerkan sejumlah koleksi granat lempar, peluru, helm, kalung tanda pengenal milik para tentara, peralatan makan dari logam, parang, kompas, peluit, kacamata baca, dan yang paling istimewa adalah sebuah American Stuart Tank, dua buah meriam Jepang, dan sebuah pesawat tempur milik tentara AS. Sayangnya sebagian besar kini telah rusak dimakan karat. (mdk/tsr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP