Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pria ini jadi tuna netra pertama yang taklukkan Machu Picchu

Pria ini jadi tuna netra pertama yang taklukkan Machu Picchu Dan Berlin taklukkan Inca Trail bersama Team See Possibilities. ©2015 Mashable

Merdeka.com - Pada 14 Oktober 2015, Dan Berlin menjadi orang buta pertama yang menaklukkan Inca Trail, jalur pendakian paling sulit di dunia dalam satu hari.

Dilansir Mashable, Dan mengalami kebutaan di usia 30-an. Selama 20 tahun berikutnya dia menjalani hidup sebagai tuna netra. Setelah berjuang mengatasi depresi, dia memutuskan untuk menjadi seorang pelari maraton. Dan sekarang dia menjadi inspirasi bagi banyak orang dan menciptakan perubahan yang lebih besar daripada ketika dia masih bisa melihat.

"(Dan) sangat optimis. Dia punya perspektif yang berbeda, lensa yang berbeda dari sebuah kamera," kata Berna.

Perjalanan menuju Machu Picchu pun dilakukannya untuk menginspirasi orang-orang yang kurang beruntung seperti dirinya.

Penduduk setempat awalnya ragu mereka akan berhasil melalui jalur dengan medan yang sulit itu. Jalur sejauh 42 kilometer itu biasanya ditempuh selama 4 hari oleh para pendaki. Apalagi mereka harus melalui 3 gunung untuk mencapai Machu Picchu.

"Sehari sebelum perjalanan kami berbicara dengan pemandu lokal kami dan dia mengatakan kepada kami, 'Saya telah melakukan ini 215 kali dan saya harus mengatakan bahwa apa yang Anda coba lakukan bukannya tidak mungkin, tetapi saya akan memperingatkan Anda: jangan kecewa jika dibutuhkan lebih dari satu hari'," tutur Charles Scott, anggota Team See Possibilities kepada Mashable.

Tim memulai perjalanan di 04.30 pagi. Mereka menyusuri jalan dengan lampu. Elevasi tinggi serta jalan yang licin dan sempit membuat mereka harus memperlambat perjalanan.

"Pada saat melewati gunung pertama, saya berpikir, 'Oh, kita tidak akan bisa melakukan ini,'" kata Scott.

Terlambat beberapa jam dari jadwal semula, akhirnya tim berusaha keras untuk memikirkan teknik pendakian yang baru, terutama yang bisa memudahkan bagi Dan. Akhirnya mereka meminta Dan untuk berjalan sambil memegangi ransel Scott dan Alison Qualter Berna, anggota tim yang lain.

Cara ini terbukti jauh lebih efektif dan aman. Mereka berhasil mengejar ketinggalan waktu. Pada pukul 03.58 keesokan harinya mereka berhasil sampai di tujuan dengan selamat.

Dan berhasil menyelesaikan perjalanan sejauh 42 kilometer bersama Team See Possibilities.

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP