Pertolongan pertama pada kecelakaan karena diputus pasangan
Merdeka.com - Masa baru putus dari pasangan tak jarang jadi masa sulit dalam hubungan percintaan. Tak ada siapapun yang akan mengajari kita detik-detik setelah putus dari pasangan? Sungguh sebuah kelalaian jika tak ada yang memikirkan hal ini, mau jadi apa bangsa ini kalau semua pemuda-pemudinya belum move on?
Tenang, mengetahui masalah ini, beberapa orang telah membuat tim khusus bernama 'Gegana' yang merupakan kepanjangan dari: 'Gegara Cinta Abang Merana'. Tugas tim ini adalah mengkaji apa yang harus kita lakukan setelah putus.
Rekomendasi tim ini akan masuk dalam pelajaran 'Sejarah Perjuangan Cinta'. Apa saja isi rekomendasi tim Gegana? Yang pasti seperti bom TNT, rekomendasi ini akan membuat perasaanmu meledak untuk segera mencari calon pasangan baru.
1. Cukup 3 X 24 Jam Menghadapi Kesedihan
Kalau ada yang bilang habis putus biasa saja maka sesungguhnya dia tidak biasa saja. Ya masak pisah dengan orang yang kita sayang biasa aja. Sedih saat putus itu wajar kok, sangat wajar. Yang tidak wajar kalau berlarut-larut.
Lantas bagaimana caranya biar tak berlarut-larut? Buat patokan jelas. Misalnya selama 3 X 24 jam kamu boleh sedih, tentunya tak perlu lapor Pak RT. Menetapkan target 'menikmati' kesedihan akan membuatmu lega untuk melangkah ke babak baru dalam hidupmu.
2. Kamu Bukan Maling Ayam, Jangan Suka Melarikan Perasaan
Ini sering banget terjadi, sedih berlarut-larut lantas menutupi kesedihan dengan mencari rebound love alias pelarian.
Mencari pelarian itu percuma, selain pasangan pelarianmu akan tersakiti, itu juga tidak sehat buatmu. Daripada cari pelarian cinta mending kamu makan es cendol buat pelarian. Perasaan itu butuh ditenangkan bukan dilarikan, mungkin es cendol akan membantumu menenangkan perasaan.
3. Belajar dari Badminton: Single dan Ganda Campuran Sama Saja
Saat putus kita harus membedakan kangen dengan mantan atau sekadar kangen dengan kebiasaan bersamanya. Kadang yang membuat kita kangen adalah kegiatan bersama dengan mantan, bukan mantan kita sendiri.
Untuk itu kita harus melatih diri melakukan apa-apa sendiri. Nonton, makan, olahraga, atau nongkrong di mal harus mulai kita biasakan sendiri. Dengan begitu kita akan belajar menikmati dan memahami perspektif seorang single tanpa pasangan. Seperti permainan badminton, single dan ganda campuran itu gengsinya sama saja, yang membedakan hanya strategi kita menjalaninya. (mdk/dzm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya