Pernikahan ternyata dapat meningkatkan berat badan
Merdeka.com - Bagi banyak orang, memperoleh badan yang langsing dan ideal adalah satu hal yang dicita-citakan. Beberapa bahkan bersungguh-sungguh memperolehnya dengan cara berolahraga dan membatasi makanan-makan tertentu. Mereka juga mulai melakukan perubahan gaya hidup dan menghindari hal-hal yang dapat membuat lemak menumpuk. Tetapi ada satu hal yang tanpa disadari ternyata dapat memicu peningkatan berat badan. Hal itu adalah pernikahan.
Dilansir dari Medical Daily, sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa pernikahan dapat dua kali lipat meningkatkan risiko obesitas. Tentu saja tidak semua pernikahan, tetapi risiko ini dapat muncul jika Anda menikah dengan orang yang termasuk gemuk. Menurut Laura Cobb selaku peneliti di Johns Hopkins University in Baltimore, seseorang yang memiliki pasangan yang mengalami kenaikan berat badan akan cenderung untuk mengalami hal serupa.
Perubahan berat badan ini terjadi karena pada sepasang suami istri biasanya terdapat kesamaan dalam pola hidup dan kegiatan fisik yang dilakukan. Kesamaan yang terjadi ini menyebabkan seorang istri yang menjadi gemuk dapat membuat suaminya ikut menjadi gemuk dan demikian juga sebaliknya.
Karena gaya hidup yang sangat berkaitan antara pasang ini, sebaiknya mulai berjanjilah dengan pasangan untuk melakukan gaya hidup yang menyehatkan. Karena ingatlah bahwa kegemukan yang muncul pada diri Anda dapat menular kepada pasangan.
(mdk/RWP)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya