Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penelitian: Wanita lebih murah hati dan tidak egois daripada pria

Penelitian: Wanita lebih murah hati dan tidak egois daripada pria Ilustrasi tindakan dermawan. © iStock

Merdeka.com - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim riset dari University of Zurich telah menemukan bukti bahwa wanita cenderung memiliki hati yang lebih baik dan dermawan daripada pria.

Dilansir Metro UK, para periset menemukan bahwa otak pria dan wanita menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap tindakan dermawan dan perilaku egois. Stratium, sistem reward (penghargaan) yang ada di otak melepaskan dopamin saat dipicu. Pelepasan hormon bahagia ini lantas membuat kita tergerak untuk melakukan tindakan yang dapat memicunya kembali.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa tingkat dopamin wanita cenderung lebih tinggi saat mereka melakukan tindakan kebaikan untuk orang lain. Sementara tindakan pemicu yang sama tidak menghasilkan level dopamin yang sama bagi pria.

Tak berhenti sampai di situ. Dalam percobaan lain para ilmuwan memberikan obat yang dapat menghambat dopamin kepada objek penelitian. Hasilnya stratium pada otak pria maupun wanita jadi non-aktif. Dalam kondisi ini, anehnya wanita justru menunjukkan perilaku yang lebih egois. Sementara kaum pria justru menunjukkan sikap baik dan murah hati lebih besar.

Menurut teori para peneliti, hasil yang didapat dari penelitian tersebut bukanlah kondisi bawaan. Kemungkinan besar aktivitas ini merupakan hasil dari pengkondisian sosial yang diterapkan kepada masing-masing individu sejak kecil. Seperti diketahui bersama, biasanya anak perempuan diharapkan untuk mengembangkan perilaku yang rendah hati dan ringan tangan terhadap lingkungan sekitar. Sementara anak lelaki cenderung dituntut untuk menjadi sosok yang berani dan kuat. Tuntutan sosial inilah yang lantas memengaruhi pola pikir mereka hingga dewasa.

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP