Penelitian: Orang tua kelewat disiplin, anak jadi pintar bohong
Merdeka.com - Sebuah penelitian membuktikan anak-anak yang memiliki orang tua dengan aturan kelewat ketat cenderung untuk lebih sering berbohong.
Dilansir Lifehack.org, pakar anak-anak Victoria Talwar mengatakan bahwa orangtua yang kelewat disiplin akan berakibat pada cara anak-anak merespon, dan pada akhirnya membuat anak-anak belajar berbohong untuk menghindari hukuman.
Talwar mengkhususkan diri dalam pola perilaku kognitif anak-anak. Bersama rekan-rekannya di McGill University, Talwar membuat 'permainan mengintip' untuk simulasi. Sebuah objek dengan suara yang menarik perhatian ditempatkan di belakang anak-anak. Satu-satunya cara untuk mengetahui objek apa yang diletakkan adalah dengan mengintip ke belakang. Selanjutnya, orangtua diminta keluar ruangan selama beberapa menit. Setelah itu mereka akan kembali ke dalam ruangan dan menanyai si anak, apakah dia mengintip atau tidak.
Anak dengan orangtua yang biasa menerapkan disiplin ketat umumnya memberikan jawaban yang lebih rumit dan tidak jujur. Beberapa anak bahkan cukup terampil untuk tidak mengatakan kebenaran tanpa harus berbohong. Ini menandakan kalau ancaman hukuman akan membuat anak terlatih untuk mengembangkan keahlian berbohong.
Menurut hasil pengamatan Talwar, anak-anak usia sekitar dua tahun umumnya mulai mengatakan kebohongan primer. Kebohongan seperti ini tidak berhubungan langsung dengan orang tua dan tidak mengindikasikan rasa bersalah. Biasanya bentuk kebohongan primer ini adalah bualan. Pada usia empat tahun, anak mulai melakukan kebohongan sekunder. Di sinilah anak mulai berbohong untuk menghindari hukuman. Sementara, pada usia tujuh tahun, 'keahlian' anak berkembang menjadi kebohongan tersier yang lebih 'canggih' dan meyakinkan. Namun hal seperti ini tak selamanya negatif.
Berbohong memang bukan perilaku yang baik. Tetapi ini juga menunjukkan tanda-tanda kecerdasan anak. Bagaimanapun, menciptakan kebohongan yang meyakinkan perlu kecerdasan dan memori yang baik. Yang paling penting adalah menjaganya dalam taraf normal, sehingga anak-anak tidak akan tumbuh menjadi pembohong yang ahli di masa depan. Tidak ada salahnya menerapkan disiplin yang ketat, tetapi jangan sampai aturan tersebut membuat anak-anak merasa tercekik dan pada akhirnya merasakan kebutuhan untuk terus-menerus berbohong kepada orangtua.
(mdk/tsr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya