Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah Mesir resmi buka tiga situs makam kuno di Luxor

Pemerintah Mesir resmi buka tiga situs makam kuno di Luxor Makam kuno Firaun Horemheb di Luxor, Mesir. ©2015 Amr Nabil/Associated Press

Merdeka.com - Luxor adalah reruntuhan kota kuno yang menyimpan situs-situs arkeologi penting dari masa kejayaan para firaun Mesir. Kota ini menyimpan situs-situs makam bernili sejarah yang paling penting di Mesir. Sebagian besar dijaga ketat, hanya dibuka pada waktu tertentu untuk menghindari kerusakan karena cuaca dan suhu udara. Namun kini sejumlah makam bisa diakses oleh warga sipil dan wisatawan asing.

Beberapa waktu lalu, pemerintah Mesir membuka tiga kuburan di kota kuno Luxor kepada publik untuk pertama kalinya. Dilansir Mashable (5/11), ketiga situs makam tersebut berlokasi di daerah Qurnat Marey. Pembukaan makam tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan situs arkeologi tersebut kepada dunia sekaligus menarik kunjungan pariwisata.

Menteri Purbakala Mamdouh Eldamaty mengatakan makam yang baru saja dibuka adalah salah satu situs paling penting yang dibangun untuk para bangsawan dari Kerajaan Mesir Baru yang kekuasaannya berakhir lebih dari 3.000 tahun yang lalu.

Kompleks makam yang dibuka menyimpan jasad Huy, salah satu pejabat penting pada masa kepemimpinan Firaun Tutankhamun dan Horemheb, firaun terakhir dari dinasti ke-18 Mesir. Sementara kompleks ketiga merupakan rumah terakhir bagi Amunemonet, seorang imam di kuil penguburan Amenhotep III dan Amunemhab, penjaga ternak milik kuil dewa Amun Ra.

makam kuno firaun horemheb di luxor mesir

makam kuno firaun horemheb di luxor mesir

Photo credit: Amr Nabil/Associated Press

Di antara ketiga kompleks makam, situs kuburan Huy dianggap menyimpan nilai informasi paling penting. Lukisan-lukisan yang terdapat dalam dinding makam menunjukkan bukti atas kejayaan Mesir di masa lalu. Salah satu lukisan dinding menggambarkan sebuah festival meriah di mana orang-orang dari Nubia membayar upeti kepada Mesir. Sementara lukisan lain menunjukkan Huy tengah menerima stempel

"Dalam banyak hal makam Huy memberi kita salah satu kilasan paling rinci dan penuh warna atas interaksi Mesir dan Nubia selama masa kejayaan kekaisaran Mesir," kata John Darnell dari Yale University.

Ahli kebudayaan Mesir asal Inggris, Nicholas Reeves mencetuskan teori kalau makam yang baru dibuka tersebut bisa jadi merupakan pintu menuju makam Nefertiti, ratu dalam legenda-legenda Mesir yang terkenal karena kecantikannya. Eldamaty meragukan kebenaran teori ini, namun dia berjanji akan melakukan pemindaian dengan infra merah untuk mengetahui kondisi bagian dalam makam.

"Kami akan memindai untuk menemukan apa yang ada di balik ruang pemakaman," katanya. "Saya setuju dengannya (Reeves) bahwa kita akan menemukan sesuatu. Tetapi bukan Nefertiti, mungkin wanita bangsawan lain."

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP