Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Panmunjom, destinasi wisata paling menakutkan di dunia

Panmunjom, destinasi wisata paling menakutkan di dunia Panmunjom. ©2013 Merdeka.com/flickr.com/Nick Lawson

Merdeka.com - Panmunjom terletak di daerah paling sensitif dari zona demiliterisasi Korea. Ini merupakan satu-satunya destinasi wisata di mana pengunjung diwajibkan untuk menandatangani surat pernyataan yang meminta mereka untuk menerima tanggung jawab atas cedera atau kematian sebagai akibat langsung dari tindakan musuh.

Sebagaimana dilansir amusingplanet, Panmunjom adalah sebuah desa kecil, sekitar 55 km sebelah utara dari Seoul, yang terletak di perbatasan de facto antara Korea Utara dan Korea Selatan. Gencatan senjata yang mengakhiri permusuhan antara kedua negara ditandatangani di sini pada tahun 1953, tetapi karena perdamaian tidak pernah disetujui, kedua belah pihak masih resmi berperang lebih dari lima puluh tahun kemudian dan sekitar satu juta orang berjaga-jaga di sekitar Zona Demiliterisasi (DMZ) sampai sekarang.

destriyana?20130425032047

Photo credit

Wilayah ini dikenal sebagai destinasi wisata paling menakutkan di dunia. Betapa tidak, di sini para wisatawan bisa menemukan ranjau darat, kawat berduri, dan pasukan militer bersenjata di seluruh garis perbatasan.

Satu kilometer dari timur desa ini sekarang menjadi area Keamanan Bersama yang diawasi oleh pasukan Korea Utara dan Selatan di mana kedua belah pihak kadang-kadang bertemu untuk saling berdiskusi, dan berperang. Sebagian besar waktu para prajurit dihabiskan untuk memelototi satu sama lain di seberang perbatasan.

Mereka tidak diizinkan untuk menyeberang garis demarkasi ke sisi satu sama lainnya sejak terjadinya insiden yang disebut Axe Murder, sebuah insiden pembunuhan pada tahun 1976 ketika dua tentara Amerika dibacok sampai mati oleh tentara Korea Utara karena mencoba memangkas pohon di sekitar Zona Demiliterisasi.

Namun entah kenapa, tempat berbahaya ini justru menarik banyak wisatawan dunia yang ingin merasakan sensasi mencekam di sekitar perbatasan. Setiap tahun, ribuan wisatawan mengunjungi desa Panmunjom untuk melihat perbatasan, tempat terjadinya Perang Dingin antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Jalan akan terasa semakin menakutkan saat mulai memasuki zona perbatasan. Untuk mengontrol invasi, kedua sisi jalan raya, ditutup dengan kawat berduri dan dipantau dari pos pengamatan setiap beberapa ratus meter.

Salah satu atraksi utama di Panmunjom adalah kunjungan ke bangunan satu lantai di mana para pejabat dari kedua belah pihak bertemu sesekali. Sebuah meja konferensi ditutupi dengan taplak beludru hijau yang ditempatkan langsung di atas garis perbatasan, dan kabel mikrofon yang ditaruh di tengah meja yang secara resmi diakui sebagai perbatasan internasional.

destriyana?20130425032047

Photo credit

Ketika wisatawan diantar ke gedung, empat tentara dari Komando PBB pimpinan Amerika, berdiri di kedua ujung bangunan menjaga keamanan para turis ketika para tentara Korea Utara mengintip dari jendela. Wisatawan diperingatkan untuk tidak membuat kontak mata atau gerakan apapun yang mungkin memicu kemarahan tentara Korea Utara, dan harus mengikuti aturan berpakaian yang sangat ketat. Memakai jeans berwarna biru, celana pendek, atau pakaian provokatif lainnya tidak diperbolehkan. Berminat untuk mengunjungi desa ini? (mdk/des)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP