Nenek 102 tahun penuhi hasrat terpendam ditangkap polisi
Merdeka.com - Kebanyakan orang lebih suka menjalani hidup sebagai warga sipil yang taat hukum. Pasalnya, tak ada orang normal yang ingin menghabiskan hidup di balik jeruji besi. Namun nenek berusia 102 tahun ini justru sebaliknya. Dia sangat ingin ditangkap polisi dan akhirnya berhasil mewujudkan keinginan tersebut di usia senja.Dilansir ABC News, Edie Simms adalah seorang warga negara teladan. Nenek ini menghabiskan waktu luangnya untuk kegiatan sosial. Kegiatannya sehari-hari adalah merajut dan menyumbangkan bantal, syal, dan kaus kaki untuk mereka yang membutuhkan. Namun diam-diam Edie ingin tahu seperti apa rasanya ditangkap, diborgol, dan dibawa ke markas dengan mobil polisi. Karena itulah, Edie sangat girang ketika para petugas kepolisian St. Louis, Missouri mengabulkan keinginannya.Bukannya seperti pesakitan, Edie justru dijemput bak tamu agung. Beberapa petugas menggandeng tangan Edie dan membantunya naik ke mobil patroli dengan sopan. Sebuah borgol mengikat pergelangan tangannya.


Setelah diajak berkeliling kota, Edie diantar ke markas. Di sana dia didudukkan di kursi roda, diberi kaos dan topi polisi, serta diajak main bingo. Tak lupa Edie membagikan beberapa pasang kaus kaki bikinannya. Di akhir kunjungannya, Edie masih sempat mengabadikan foto bersama para aparat yang sudah bersedia meluangkan waktu untuk mewujudkan keinginannya.


Tampaknya Edie sangat puas dengan pengalaman ini. Ketika ditanya apakah dia merasa senang, Edie hanya menjawab singkat, "Tentu saja, borgol dan semua ini [menyenangkan]."
(mdk/tsr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya