Metode ini ajarkan wanita membela diri dengan menggunakan High Heels
Merdeka.com - High Heels adalah salah satu jenis sepatu yang wajib dimiliki oleh semua wanita. Tetapi siapa sangka bahwa high heels ini kini juga dapat digunakan sebagai alat untuk membela diri. Seorang wanita asal Inggris menciptakan sebuah metode yang memanfaatkan sepatu hak tinggi untuk menghindari serangan.
Dilansir dari The Sun, metode bela diri yang dinamai Soteria ini dikembangkan oleh seorang mantan ballerina berusia 36 tahun bernama Avital Zeisler tahun. Dia mengembangkan metode ini untuk melindungi diri karena pada masa lalunya dia pernah menerima pelecehan seksual dan tidak menemukan cara yang tepat untuk melakukan perlawanan. Kata Soteria untuk metode ini sendiri berasal dari nama dewi keselamatan asal Yunani.
Pada metode Soteria ini wanita diajari untuk membela diri dengan bersenjatakan high heels yang mereka gunakan. Dua cara yang dapat digunakan adalah dengan memegang heels tersebut untuk memukul ataupun juga tetap menggunakannya secara biasa untuk menginjak kaki penyerang.

Sebelum membuat metode Soteria ini, Zeisler mempelajari sistem bela diri asal Israel yang bernama krav maga. Kemudian pada tahun 2013 dia baru menciptakan metode perlindungan diri menggunakan high heels ini. Dia mengatakan bahwa cara ini dikembangkan untuk membantu wanita agar dapat selamat dan mengatasi kekerasan yang mengancam mereka.
Setiap cara yang digunakan pada bela diri ini sesungguhnya adalah untuk mengalihkan perhatian penyerang secara seketika. Dengan cara itu maka wanita dapat memiliki lebih banyak waktu untuk sekedar kabur atau malah melawan balik. Dengan cara ini maka wanita akan dapat lebih terlindungi ketika sedang berada di jalanan.
(mdk/RWP)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya