Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menyantap nasi kucing di angkringan

Menyantap nasi kucing di angkringan  Angkringan. ©2013 Merdeka.com/Destriyana

Merdeka.com - Pulang ke kotamu

Ada setangkup haru dalam rindu

Masih seperti dulu

Tiap sudut menyapaku bersahabat

Penuh selaksa makna

(Yogyakarta-Kla Project)

Tak dipungkiri bahwa Yogyakarta selalu membuat siapapun rindu untuk kembali. Rindu untuk bercerita tentang keetnikan dan keramahan yang bisa ditemukan di setiap sudut kota tersebut.

Hal menarik yang tidak boleh dilewatkan ketika liburan ke Yogyakarta adalah angkringan. Mengapa? Sebab angkringan bukan sekadar warung pinggir jalan, melainkan sebuah budaya yang perlu dilestarikan.

Angkringan entah bagaimana caranya telah membentuk wajah Yogyakarta di mata dunia. Siapapun yang mampir ke kota pelajar tersebut pasti ingin sekali mencoba angkringan.

Tak sedikit wisatawan yang datang ke Yogyakarta ingin memuaskan rasa penasaran mereka tentang apa itu angkringan dan sisanya benar-benar ingin tahu rasa dari makanan yang dijual di sana.

Angkringan juga dikenal sebagai warung sederhana yang menjajakkan makanan dengan harga super murah. Beberapa waktu lalu, saat tim merdeka kebetulan mampir ke Yogyakarta, kami menyempatkan waktu untuk nongkrong di angkringan.

destriyana?20130407065249

Aneka lauk pauk yang disajikan di angkringan

Salah seorang tim mengambil satu bungkus nasi kucing dan beberapa lauk seperti sate telur puyuh, kepala ayam, dan sate usus. Lainya juga ikut mencomot hidangan yang telah tersedia di depan mata. Lalu, kami pun sepakat untuk memesan tiga gelas teh hangat. Sembari menyantap nasi dan lauk yang telah dibeli, sesekali kami menyeruput teh hangat itu perlahan. Hmmm...Yummy!

destriyana?20130407065248

Nasi kucing dilahap bersama sate puyuh

Makan di angkringan, meski terlihat sederhana, entah kenapa rasanya begitu nikmat. Hal itu mungkin dikarenakan oleh atmosfer dari Kota Yogyakarta yang sungguh bersahabat sehingga kami pun merasa nyaman dan selalu rindu untuk kembali.

Usai melahap habis hidangan yang telah kami comot barusan, masing-masing orang mengeluarkan dompet siap membayar. Setelah dihitung, satu bungkus nasi kucing, satu sate puyuh, satu sate usus, kepala ayam dan ditambah teh hangat hanya dihargai Rp 6.500. Wow menakjubkan! (mdk/des)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP