Mengintip ritual turun tanah anak bos Go-Jek yang dipenuhi kebahagiaan
Merdeka.com - Seorang CEO dari startup terdepan di era internet pun ternyata masih mempertahankan nilai-nilai tradisional. Hal ini terlihat dari prosesi adat Jawa yang diselenggarakan oleh bos Go-Jek, Nadiem Makarim bersama istri.
Nadiem dan Franka, sang istri baru menyambut momen penting dari proses tumbuh kembang anak mereka, yaitu turun tanah. Anak bos Go-Jek turun tanah disertai ritual tedhak siten. Bocah perempuan bernama Solora Franklin Makarim itu dihadiahi pesta meriah berikut serangkaian ritual ala Jawa.
Turun tanah dilakukan ketika sang anak memasuki usia sekitar 7 atau 8 bulan. Prosesi ini bertujuan agar anak tumbuh menjadi anak yang mandiri. Rangkaian prosesi dimulai dengan Nadiem dan istri membasuh kaki anak mereka. Kemudian Solora dibantu kedua orangtuanya menaiki tangga. Menyimbolkan taraf kehidupan dan agar anak memiliki ketetapan hati atau tekad yang bulat.

Anak Bos Go-Jek Turun Tanah ©2018 Instagram/mamiehardo

Anak Bos Go-Jek Turun Tanah ©2018 Instagram/mamiehardo
Prosesi selanjutnya, menginjakkan kaki ke tanah. Kemudian di basuh dengan dengan air dan bunga melati.

Anak Bos Go-Jek Turun Tanah ©2018 Instagram/mamiehardo

Anak Bos Go-Jek Turun Tanah ©2018 Instagram/mamiehardo
Tak lupa memotong tumpeng juga dilakukan. Tak hanya tumpeng, aneka makanan tradisional jug dihadirkan. Tumpeng digunakan sebagai simbol permohonan orang tua agar si anak kelak menjadi orang yang berguna ke depannya.
Acara tedhak siten Solora dihadiri oleh keluarga besar dan kerabat sang bos Go-Jek. Berbagai keseruan prosesi terus mereka jalani. Tetapi tak tampak kelelahan di wajah mereka. Yang ada hanya kebahagiaan yang terpancar dari senyum kedua orangtua dan sang anak.
Sumber: KapanLagi.com
(mdk/tsr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya