Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengesankan, pria ini adalah manusia paling bahagia di dunia

Mengesankan, pria ini adalah manusia paling bahagia di dunia Mathew Richard. ©2015 Merdeka.com/tempsreel.nouvelobs.com

Merdeka.com - Matthieu Ricard, seorang biarawan berusia 66 tahun ini dinobatkan sebagai manusia paling bahagia di dunia. Pendeklarasian ini dilakukan setelah Richard Davidson melakukan beberapa pemindaian otak pada dirinya dengan menilai kemampuan belajar, ingatan, kesadaran dan perhatian. Pemindaian otak Ricard yang dilakukan menggunakan sistem komputer menunjukkan hasil bahwa dia memiliki hasil tertinggi untuk nilai kebahagiaan.

Davidson merupakan seorang Profesor Psikologi dan Psikiatri yang bekerja sebagai direktur The Center for Investigating Healthy Minds di Waisman Center, New York. Davidson melakukan pemindaian otak Ricard dengan menggunakan lebih dari 256 sensor dengan tujuan agar pemindaian otak mendapatkan hasil yang akurat.

mathew richard

Photo credit:news.wisc.edu

Davidson menjelaskan bahwa dirinya telah mencari selama 12 tahun untuk efek jangka pendek maupun jangka panjang dari pelatihan pikiran, khususnya pada meditasi, kasih sayang dan keseimbangan emosional. Dia menambahkan bahwa dirinya telah menemukan hasil yang luar biasa pada praktik jangka panjang meditasi yang dilakukan selama 50.000 ronde. Hal yang sama dia temukan pada meditasi jangka pendek yang dilakukan selama tiga minggu dengan durasi selama 20 menit sehari.

Sebelum proses pemindaian otak dilakukan, Davidson meminta Ricard untuk mulai merenungkan kasih sayang. Hasilnya, pemindaian yang dilakukan menunjukkan hasil gelombang gamma yang tinggi. Davidson menegaskan bahwa hasil tersebut belum pernah dia laporkan dalam literatur Neuroscience sebelumnya. Melansir pada Simple Capacity, gelombang gamma berkaitan dengan pembelajaran, ingatan, kesadaran, dan perhatian.

Memperkenalkan Matthieu Ricard, dia adalah seorang biksu yang mendirikan sebuah badan amal di India bernama Karuna Shechen. Yang lebih mengesankan lagi, Ricard ternyata adalah seorang ilmuwan genetik dari Perancis. Kombinasi yang menarik untuk seeorang yang dinobatkan sebagai manusia paling bahagia di dunia.

Sekitar 40 tahun lalu, Ricard memutuskan untuk pindah ke Bhutan (India) dengan tujuan untuk mempelajari ajaran Budha dan meditasi. Melansir dari keterangan Shini Hope, dirinya menghabiskan waktu selama delapan tahun untuk memepelajari ajaran Budha di Tibet. Disana, dia memperolehnya dari seorang ahli ajaran Budha bernama Dilgo Khyentse Rinpoche.

'Land of the thunder dragon' merupakan julukan yang diberikan kepada Bhutan karena terkenal dengan filosofi politiknya. Ricard mempelajari "Gross National Happines" yang dikonsepkan oleh Jigme Singhye Wangchuck. Konsep tersebut mengajarkan manusia untuk menggunakan sinergi dengan tujuan menyeimbangkan material dan perkembangan spiritual dalam dirinya.

(mdk/SRA)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP