Mendengarkan saat berantem itu perlu, ini 5 cara untuk melakukannya
Merdeka.com - Kadang-kadang pertengkaran memang penting untuk mencapai level pemahaman baru antara dua pihak yang berbeda. Tetapi, adu argumen hanya produktif ketika kedua pihak yang terlibat di dalamnya memiliki kesempatan untuk menyampaikan uneg-uneg masing. Artinya, saat sedang emosi pun kita harus tetap mau mendengarkan apa yang disampaikan orang lain.
Tetapi itu memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Karena ego kita yang berbicara di tengah pertengkaran. Berikut beberapa tips dari Care2 yang bisa diterapkan sehingga kita masih bisa mendengarkan di tengah perdebatan sengit.
Tarik napas dalam-dalam
Diamlah sejenak dan ambil napas dalam-dalam. Katakan, "Tunggu sebentar," selagi kamu mengatur kata-kata dan menenangkan emosi. Pada satu titik, kita memang harus mendinginkan kepala agar bisa menghentikan luapan emosi antar kedua belah pihak yang biasanya tak berujung pada kesepahaman.
Kenali kondisi emosi pihak lain
Berempati adalah sesuatu yang sulit untuk dilakukan di tengah-tengah adu argumen, tetapi hal ini penting untuk dilakukan, terutama jika kita menginginkan sebuah dialog yang produktif.
Tanyakan pada diri sendiri apa yang dirasakan pihak lain saat ini. Bukan amarah, tetapi perasaan yang tersembunyi di balik emosi meluap-luap itu. Mungkin sebenarnya dia merasa terluka dengan kritik yang kamu sampaikan atau khawatir terhadap sesuatu. Setelah itu tanyakan kepada diri sendiri apa yang sesungguhnya kamu rasakan saat ini. Kemudian sampaikan secara terbuka kepadanya. Dengan begini, dia juga bisa memahamimu.
Tarik kesimpulan dari kata-katanya
Saat bertengkar, kita cenderung melebar dari satu topik bahasan hingga ke hal-hal yang tidak berkaitan. Yang perlu kamu lakukan adalah menyaring intisari dari seluruh omelan dan kata-kata pedas yang dilontarkannya. Setelah itu, sampaikan kesimpulan yang kamu dapat sehingga dia punya kesempatan untuk melakukan klarifikasi.
Cobalah bernegosiasi agar pendapat kalian sama-sama didengar
Saat perdebatan semakin memanas, katakan dengan jelas kalau kalian semakin jauh dari tujuan awal, yaitu menyamakan perspektif. Cobalah untuk mengajaknya kembali ke level diskusi, sehingga situasi yang mulai memanas bisa diredam kembali.
Dengarkan dengan sungguh-sungguh
Langkah terakhir adalah benar-benar mencoba mendengarkan. Cobalah untuk fokus pada apa yang coba disampaikan pihak lain sebelum menyampaikan pendapatmu sendiri. Sebisa mungkin, dengarkan argumennya sampai tuntas, baru berikan respon sesuai dengan apa yang kamu tangkap.
Itulah beberapa tips untuk menjadi pendengar yang baik saat adu argumentasi dengan seseorang. Dengan begini, kamu bisa mendapatkan sesuatu yang berharga dari 'gesekan' yang terjadi, bukannya menambah musuh.
(mdk/tsr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya