Le Mat, desa ular di Vietnam yang populer karena kuliner ekstrem
Merdeka.com - Di Vietnam, tepatnya di pinggiran kota Hanoi terdapat wilayah yang dikenal sebagai desa ular. Desa bernama Le Mat itu terkenal karena sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai penangkap ular dan pawang ular.Menurut situs Tourist in Vietnam, sejak dulu Le Mat memang sudah terkenal sebagai desa ular. Mereka bahkan punya festival ular, di mana para penduduk mengadakan karnaval sambil berpakaian tradisional sejenis barongsai berbentuk ular kobra diarak keliling desa.Tetapi sampai tahun 1999, hanya 5 persen penduduk Le Mat yang menjadi penangkap ular. Sisanya menyambung hidup dengan menanam padi. Tetapi seiring meningkatnya pariwisata Le Mat sebagai desa ular, sebagian besar warganya beralih profesi menjadi penangkap ular.

Photo by www.abvietnamtravel.com

Photo by english.vietnamnet.vnSekarang wisatawan lokal maupun asing berdatangan ke Le Mat untuk merasakan sensasi kuliner ekstrem berbahan dasar ular. Untuk permulaan, pengunjung bisa memesan empedu dan darah segar ular kobra. Salah satu dari sekian banyak penangkap ular di Le Mat akan menyiapkan seekor kobra hidup untuk disembelih dan dihidangkan di hadapan pemesan. Konon keduanya bisa menambah vitalitas jika dikonsumsi.

Photo by www.vice.com

Photo by tourguidevietnam.com
Jika berkenan, pengunjung bisa mencoba menyembelih ular sendiri dengan bantuan pawang ular. Setelah darah dan empedu disajikan, daging ular bisa dimasak menjadi berbagai hidangan lezat, mulai dari tumisan, rebusan, hingga gorengan. Ada pula arak tradisional dalam toples-toples yang di dalamnya disertakan ular kobra utuh.
(mdk/tsr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya